بِسْــــــــــــــــمِﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Dan firman Allah dalam surat Al-A'raaf : 32-33
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِيْنَةَ اللهِ الَّتِيْ اَخْرَجَ لِعِبَادِه وَ الطَّيّبتِ مِنَ الرّزْقِ، قُلْ هِيَ لِلَّذِيْنَ امَنُوْا فِى اْلحَيوةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَّوْمَ اْلقِيمَةِ. كَذلِكَ نُفَصّلُ اْلايتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ. قُلْ اِنَّمَا حَرَّمَ رَبـّيَ اْلفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَ مَا بَطَنَ وَ اْلاِثْمَ وَ اْلبَغْيَ بِغَيْرِ اْلحَقّ وَ اَنْ تُشْرِكُوْا بِاللهِ مَا لَمْ يُنَزّلْ بِه سُلْطَانًا وَّ اَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُوْنَ. الاعراف: 32-33
Katakanlah : "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik ?" Katakanlah : "Semuanya itu disediakan bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat". Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. Katakanlah : "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. [QS. Al-A'raaf : 32-33]
Firman Allah tersebut adalah ayat-ayat Makkiyah yang diturunkan untuk mengukuhkan ‘aqidah dan tauhid. Ini membuktikan, bahwa persoalan tersebut dalam pandangan Al-Qur'an bukan termasuk dalam kategori cabang atau bahagian, tetapi termasuk masalah-masalah pokok.
Di Madinah, ketika di kalangan kaum muslimin ada orang-orang yg cenderung untuk berbuat keterlaluan, melebih-lebihkan dan mengharamkan dirinya dlm hal-hal yang baik, Allah menurunkan ayat-ayat untuk mengembalikan mereka ke jalan yang lurus.
Firman Allah SWT :
يآيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تُحَرّمُوْا طَـيّـبتِ مَآ اَحَلَّ اللهُ لَكَمْ وَ لاَ تَعْتَدُوْا، اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ اْلمُعْتَدِيْنَ. وَ كُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللهُ حَلاَلاً طَـيّـبًا وَّ اتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ اَنْـتُمْ بِه مُؤْمِنُوْنَ. المائدة:87-88
Hai orang-orang yang beriman: Janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah Yang kamu beriman kepada-Nya. [QS. Al-Maaidah : 87-88]
4. Mengharamkan yang halal akan mengakibatkan kesulitan
Diantara hak Allah sebagai Tuhan yang menciptakan manusia dan memberi ni’mat yang tiada terhitung banyaknya itu, ialah menentukan halal dan haram, dan Dia juga berhak menentukan perintah-perintah dan larangan-larangan menurut kehendak-Nya.
Ini semua adalah hak Ketuhanan. Namun Allah juga berbelas-kasih kepada hamba-Nya. Oleh karena itu Allah menentukan halal dan haram demi kemaslahatan manusia itu sendiri. Allah tidak akan menghalalkan sesuatu kecuali yang baik, dan tidak akan mengharamkan sesuatu kecuali yang jelek.
Allah pernah mengharamkan beberapa hal kepada orang-orang Yahudi sebagai hukuman kepada mereka atas kedurhakaan yang mereka perbuat dan pelanggaran terhadap larangan Allah. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya :
وَ عَلَى الَّذِيْنَ هَادُوْا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِيْ ظُفُرٍ، وَ مِنَ اْلبَقَرِ وَ اْلغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُوْمَهُمَا اِلاَّ مَا حَمَلَتْ ظُهُوْرُهُمَآ اَوِ اْلحَوَايَآ اَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ، ذلِكَ جَزَيْنهُمْ بِبَغْيِهِمْ وَ اِنـَّا لَصدِقُوْنَ. الانعام : 146
Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku; dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang diperut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka, dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar. [QS. Al-An'aam : 146]
Di antara bentuk kedurhakaan orang Yahudi itu dijelaskan Allah di dalam firman-Nya :
فَبِظُلْمٍ مّنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَـيّـبتٍ اُحِلَّتْ لَـهُمْ وَ بِصَدّهِمْ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ كَـثِيْرًا، وَ اَخْذِهِمُ الرّبـوا وَ قَدْ نُهُوْا عَنْهُ وَ اَكْلِهِمْ اَمْوَالَ النَّاسِ بِاْلبَاطِلِ. النساء:160-161
Maka disebabkan kedhaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungnguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang bathil. [QS. An-Nisaa' : 160-161]
Setelah Allah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir dengan membawa agama yang universal dan abadi, maka salah satu diantara rahmat kasih sayang Allah kepada manusia adalah dihapusnya beban haram yang pernah diberikan Allah sebagai hukuman sementara yang bertujuan mendidik itu, dimana beban tersebut cukup berat bagi manusia. Allah SWT berfirman :
اَلذَّيِنْ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ اْلاُمّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَه مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرـةِ وَ اْلاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِاْلمَعْرُوْفِ وَ يَنْهتـهُمْ عَنِ اْلمُنْكَرِ وَ يُحِلُّ لَـهُمُ الطَّـيّـبتِ وَ يُحَرّمُ عَلَيْهِمُ اْلخَبَآئِثَ وَ يَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَ اْلاَغْلاَلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْ. الاعراف:157
Orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. [QS. Al-A'raaf : 157]
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ
Bagikan
Risalah Halal Haram (04)
4/
5
Oleh
Fatima

