
Mohon Selalu Bersyukur kepada Allah.
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص اَخَذَ بِيَدِهِ وَ قَالَ: يَا مُعَاذُ، وَ اللهِ اِنّى َلاُحِبُّكَ. فَقَالَ: اُوْصِيْكَ يَا مُعَاذُ، لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلّ صَلاَةٍ تَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اَعِنّى عَلَى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ. ابو داود 2:86، نمرة:1522
Dari Mu’adz bin Jabal RA, bahwasanya Rasulullah SAW pernah memegang tangannya sambil berkata, “Ya Mu’adz, demi Allah aku senang padamu”, lalu beliau bersabda, “Aku berpesan kepadamu hai Mu’adz, janganlah kamu tinggalkan setiap habis shalat membaca Alloohumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik (Ya Allah, tolonglah aku untuk tetap berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu dan untuk memperbagus ibadahku kepada-Mu)”. [HR. Abu Dawud, juz 2 hal. 86, hadits no. 1522]
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص اَخَذَ بِيَدِهِ وَ قَالَ: يَا مُعَاذُ، وَ اللهِ اِنّى َلاُحِبُّكَ. فَقَالَ: اُوْصِيْكَ يَا مُعَاذُ، لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلّ صَلاَةٍ تَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اَعِنّى عَلَى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ. ابو داود 2:86، نمرة:1522
Dari Mu’adz bin Jabal RA, bahwasanya Rasulullah SAW pernah memegang tangannya sambil berkata, “Ya Mu’adz, demi Allah aku senang padamu”, lalu beliau bersabda, “Aku berpesan kepadamu hai Mu’adz, janganlah kamu tinggalkan setiap habis shalat membaca Alloohumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik (Ya Allah, tolonglah aku untuk tetap berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu dan untuk memperbagus ibadahku kepada-Mu)”. [HR. Abu Dawud, juz 2 hal. 86, hadits no. 1522]
Mohon perlindungan dari dicabutnya nikmat Allah.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: كَانَ مِنْ دُعَاءِ رَسُوْلِ اللهِ ص: اَللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَ تَحْوِيْلِ عَافِيَتِكَ وَ فُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَ جَمِيْعِ سَخَطِكَ. ابو داود 2:91، نمرة:1545
Dari Ibnu ‘Umar RA, ia berkata, “Adalah diantara doanya Rasulullah SAW yaitu Alloohumma innii a’uudzu bika min zawaali ni’matika wa tahwiili ‘aafiyatika wa fujaa-ati niqmatika wa jamii’i sakhotika (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, dari berubahnya kesejahteraan dari-Mu, dari mendadaknya pembalasan siksa-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari berbagai macam murka-Mu)”. [HR. Abu Dawud juz 2 hal. 91 hadits no. 1545]
Mohon ketetapan hati.
رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً، اِنَّكَ اَنْتَ اْلوَهَّابُ. ال عمران:8
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, sesungguhnya Engkau lah Maha Pemberi (karunia). [QS. Ali Imran : 8]
عَنْ اَنَسٍ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يُكْثِرُ اَنْ يَقُوْلَ: يَا مُقَلّبَ اْلقُلُوْبِ ثَبّتْ قَلْبِى عَلى دِيْنِكَ. فَقُلْتُ: يَا نَبِي اللهِ، آمَنَّا بِكَ وَ بِمَا جِئْتَ بِهِ فَهَلْ تَخَافُ عَلَيْنَا؟ قَالَ: نَعَمْ. اِنَّ اْلقُلُوْبَ بَيْنَ اُصْبُعَيْنِ مِنْ اَصَابِعِ اللهِ يُقَلّبُهَا كَيْفَ شَاءَ. الترمذى، فى كتاب القدر:7 باب ما جاء ان القلوب بين اصبعي الرحمن
Dari Anas, ia berkata : Adalah Rasulullah SAW banyak membaca doa Yaa muqollibal quluubi tsabbit qolbii ‘alaa diinik (Ya Allah yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku atas agama-Mu)”. Lalu aku (Anas) bertanya, “Wahai Nabi Allah, kami beriman kepadamu dan kepada apa yang engaku bawa, apakah engkau mengkhawatirkan atas kami ?”. Beliau SAW menjawab, “Ya, sesungguhnya hati itu diantara dua jari-jari Allah. Dia membolak-balikkannya sesuai yang dikehendaki-Nya”. [HR. Tirmidzi, di dalam kitab Al-Qadar, bab 7 apa yang datang bahwasanya hati itu diantara dua jari Ar-Rahman]
Mohon perlindungan dari ilmu yg tidak manfaat, hati yg tidak khusyu’.
عَنْ زَيْدِ بْنِ اَرْقَمَ قَالَ: لاَ اَقُوْلُ لَكُمْ اِلاَّ كَمَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَقُوْلُ:كَانَ يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلعَجْزِ وَ اْلكَسَلِ وَ اْلجُبْنِ وَ اْلبُخْلِ وَ اْلهَرَمِ وَ عَذَابِ اْلقَبْرِ. اَللّهُمَّ آتِ نَفْسِى تَقْوَاهَا وَ زَكّهَا اَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا. اَنْتَ وَلِيُّهَا وَ مَوْلاَهَا. اَللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَ مِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَ مِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَ مِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا. مسلم 4:2088
Dari Zaid bin Arqam, dia berkata : Aku tidak mengatakan kepada kalian kecuali seperti apa yang pernah disabdakan Rasulullah SAW. Beliau SAW berdoa, “Alloohumma innii a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali wal jubni wal bukhli wal haromi wa ‘adzaabal qobri. Alloohumma aati nafsii taqwaahaa wa zakkihaa, anta khoiru man zakkaahaa. Anta waliyyuhaa wa maulaahaa. Alloohumma innii a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’u wa min qolbin laa yakhsya’u wa min nafsin laa tasyba’u wa min da’watin laa yustajaabu lahaa. (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut, kikir, dari pikun dan siksa qubur. Ya Allah, berikanlah ketaqwaan pada jiwaku dan bersihkanlah. Engkau adalah sebaik-baik yang membersihkannya. Engkau adalah wali dan tuannya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan)”. [HR. Muslim juz 4 hal. 2088]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَقُوْلُ: اللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلاَرْبَعِ: مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَ مِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَ مِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَ مِنْ دُعَاءٍ لاَ يُسْمَعُ. ابو داود، فى كتاب الصلاة، باب الاستعاذة
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Adalah Rasulullah SAW bersabda, “Alloohumma innii a’uudzu bika minal arba’. Min ‘ilmin laa yanfa’u wa min qolbin laa yakhsya’u wa min nafsin laa tasyba’u wa min du’aa-in laa yusma’u. (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari empat perkara. Dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’ dari jiwa yang tidak pernah kenyang dan dari doa yang tidak dikabulkan)”. [HR. Abu Dawud, di dalam kitab Shalat, bab Isti’adzah]
Doa ketika khawatir terhadap suatu kaum.
عَنْ اَبِى بُرْدَةَ بْنِ عَبْدِ اللهِ اَنَّ اَبَاهُ حَدَّثَهُ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ اِذَا خَافَ قَوْمًا قَالَ: اللّهُمَّ اِنَّا نَجْعَلُكَ فِى نُحُوْرِهِمْ وَ نَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ. ابو داود فى كتاب الصلاة باب ما يقول اذا خاف قوما
Dari Abu Burdah bin ‘Abdullah, bahwa bapaknya menceritakan kepadanya, bahwasanya Nabi SAW apabila khawatir terhadap suatu kaum, beliau berdoa Alloohumma innaa naj’aluka fii nuhuurihim wa na’uudzu bika min syuruurihim (Ya Allah, sesungguhnya kami jadikan Engkau perisai terhadap mereka dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka). [HR. Abu Dawud, di dalam kitab Shalat, bab apa yang dibaca ketika takut pada suatu qaum]
Mendoakan orang yang bersin.
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِذَا عَطَسَ اَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: اَلْحَمْدُ ِللهِ. وَ لْيَقُلْ لَهُ اَخُوْهُ اَوْ صَاحِبُهُ: يَرْحَمُكَ اللهُ. فَاِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللهُ، فَلْيَقُلْ: يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَ يُصْلِحُ بَالَكُمْ. البخارى 7:125
Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Jika salah seorang diantara kamu bersin hendaklah membaca al-hamdu lillah (segala puji bagi Allah), dan hendaklah saudaranya atau temannya mendoakannya yarhamukallooh (semoga Allah merahmatimu). Apabila kawannya itu menyambutnya dengan yarhamukallooh, hendaklah ia balas dengan yahdiikumulloohu wa yushlihu baalakum (semoga Allah menunjukimu dan memperbaiki keadaanmu). [HR. Bukhari juz 7 hal. 125]
Doa bangkit dari majlis.
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ جَلَسَ فِى مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيْهِ لَغَطُهُ فَقَالَ قَبْلَ اَنْ يَقُوْمَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذلِكَ: سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ، اِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِى مَجْلِسِهِ ذلِكَ. الترمذى حديث حسن صحيح 5:156 نمرة:3494
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa duduk di suatu majlis dan banyak gaduh padanya, lalu sebelum bangkit dari majlisnya ia membaca Subhaanakalloohumma wa bi hamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik (Maha Suci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, aku mohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu), niscaya diampuni baginya apa yang telah terjadi di majlisnya itu. [HR. Tirmidzi, hadits hasan shahih juz 5, hal. 156, no. 3494]
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ
Bagikan
Risalah Do'a dan Dzikir (08)
4/
5
Oleh
Fatima
