Minggu, 23 Agustus 2015

Risalah Do'a dan Dzikir (11)



Doa Makan dan Minum

عَنْ عُمَرَ بْنِ اَبِى سَلَمَةَ قَالَ: كُنْتُ فِى حَجْرِ رَسُوْلِ اللهِ ص. وَ كَانَتْ يَدِى تَطِيْشُ فِى الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِى: يَا غُلاَمُ، سَمّ اللهَ وَ كُلْ بِيَمِيْنِكَ وَ كُلْ مِمَّا يَلِيْكَ. مسلم 3: 1599

Dari ‘Umar bin Abu Salamah ia berkata : Dahulu aku dalam pemeliharaan Rasulullah SAW, dan pernah aku menjulurkan tangan untuk mengambil hidangan, maka beliau bersabda padaku, “Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1599]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِذَا اَكَلَ اَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِيْنِهِ. فَاِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِيْنِهِ. فَاِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَ يَشْرَبُ بِشِمَالِهِ. مسلم 3: 1598

Dari Ibnu ‘Umar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang diantara kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanannya. Dan apabila minum, maka hendaklah minum dengan tangan kanannya. Karena syaithan makan dengan tangan kirinya, dan minum dengan tangan kirinya”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1598] 

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ اَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ ص يَقُوْلُ: اِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُوْلِهِ وَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: لاَ مَبِيْتَ لَكُمْ وَ لاَ عَشَاءَ. وَ اِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُوْلِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: اَدْرَكْتُمُ اْلمَبِيْتَ. وَ اِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ: اَدْرَكْتُمُ اْلمَبِيْتَ وَ اْلعَشَاءَ. مسلم 3: 1598

Dari Jabir bin ‘Abdullah bahwasanya ia mendengar Nabi SAW bersabda, "Apabila seseorang memasuki rumahnya dengan menyebut Allah ketika memasukinya dan ketika dia makan, maka syaithan berkata (berkata kepada teman-temannya), “Tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam”. Dan apabila orang tersebut masuk tidak menyebut Allah ketika masuknya, maka syaithan berkata (pada teman-temannya), “Kamu sekalian mendapati tempat bermalam”. Dan apabila ia tidak menyebut Allah ketika makan, maka syaithan berkata (kepada teman-temannya), “Kalian mendapati tempat bermalam dan makan malam”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1598]

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ اَنْ يَأْكُلَ اْلاَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا، اَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا. مسلم 4: 2095

Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah ridla terhadap hamba yang apabila makan sesuatu makanan, ia memuji-Nya karenanya, atau minum sesuatu minuman lalu memuji-Nya karenanya. [HR. Muslim juz 4, hal. 2095]

عَنْ اَبِى اُمَامَةَ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا رُفِعَتِ اْلمَائِدَةُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ يَقُوْلُ: اْلحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ غَيْرَ مُوَدَّعٍ وَ لاَ مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا. الترمذى و قال: هذا حديث حسن صحيح 5: 170

Dari Abu Umamah, ia berkata : Adalah Rasulullah SAW apabila hidangan telah diangkat dari hadapannya, beliau berdoa, “Al-hamdu lillaahi hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiihi ghairo muwadda’in wa laa mustaghnan ‘anhu robbanaa”. (Segala puji bagi Allah, pujian yang banyak, yang baik, yang diberkahi padanya tidak ada yang tertinggal dan tidak ada yang tersisa, wahai Tuhan kami). [HR. Tirmidzi dan ia berkata : hadits ini hasan shahih, juz 5, hal. : 170]

عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ رَض قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ص اِذَا اَكَلَ اَوْ شَرِبَ قَالَ: اَْلحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ اَطْعَمَنَا وَ سَقَانَا وَ جَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ. الترمذى، ضعيف (و في اسناده ابن ابى سعيد: مجهول) 5: 170

Dari Abu Sa’id RA, ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila selesai makan atau minum beliau berdoa “Al-hamdu lillaahil-ladzii ath’amanaa wa saqoonaa wa ja’alanaa muslimiin”. (Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan kepada kami dan memberi minum kepada kami dan telah menjadikan kami (termasuk) orang-orang yang berserah diri). [HR. Tirmidzi, lemah karena dalam isnadnya ada Ibnu Abi Sa’id - majhul, juz 5, hal. : 170]

عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ اَنَسٍ عَنْ اَبِيْهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ اَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ: اْلحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ اَطْعَمَنِى هذَا وَ رَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنّى وَ لاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. الترمذى و قال هذا حديث حسن غريب 5: 171

Dari Sahl bin Mu’adz bin Anas dari bapaknya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa telah memakan makanan lalu berdoa Al-hamdu lillaahil-ladzii ath’amanii hadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin. (Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan kepadaku dengan ini, dan telah memberi rezqi padaku dengannya tanpa daya dan kekuatan dariku), niscaya diampuni baginya apa yang telah terdahulu dari dosanya”. [HR. Tirmidzi, dan ia berkata : hadits hasan gharib, juz 5, hal. : 171]

عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِذَا اَكَلَ اَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللهِ تَعَالَى، فَاِنْ نَسِيَ اَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللهِ تَعَالَى فِى اَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللهِ اَوَّلَهُ وَ آخِرَهُ. ابو داود 3: 347

Dari ‘Aisyah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang diantara kalian makan, hendaklah menyebut Asma Allah Ta’ala, jika ia lupa menyebut Asma Allah pada permulaannya, maka hendaklah ia mengucapkan, Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (Dengan nama Allah pada permulaannya dan akhirnya)”. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 347]

عَنْ اُمَيَّةَ بْنِ مُخْشِيّ وَ كَانَ مِنْ اَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص جَالِسًا وَ رَجُلٌ يَأْكُلُ فَلَمْ يُسَمّ حَتّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ اِلاَّ لُقْمَةً. فَلَمَّا رَفَعَهَا اِلَى فِيْهِ قَالَ: بِسْمِ اللهِ اَوَّلَهُ وَ آخِرَهُ، فَضَحِكَ النَّبِيُّ ص ثُمَّ قَالَ: مَازَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ اسْتَقَاءَ مَا فِى بَطْنِهِ. ابو داود 3: 347-348

Dari Umayyah bin Mukhsyiy dan dia termasuk shahabat Rasulullah SAW, ia berkata : Ketika Rasulullah SAW sedang duduk, ada seorang laki-laki makan tidak menyebut nama Allah, sehingga makanan itu tinggal sesuap saja. Maka ketika dia akan menyuap ke mulutnya, dia membaca Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (Dengan nama Allah pada permulaannya dan akhirnya), lalu Nabi SAW tertawa, kemudian bersabda, “Selalulah syaithan makan bersamanya, maka setelah ia menyebut Asma Allah ‘Azza wa Jalla, syaithan memuntahkan apa yang ada dalam perutnya”. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 347-348]


وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ


Bagikan

Jangan lewatkan

Risalah Do'a dan Dzikir (11)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.