Download Tausiah : Menjaga Amal bagian 1.mp3 ( klik/sentuh disini )
Menjaga Amal bagian 2.mp3 ( klik/sentuh disini )
Petunjuk Rasulullah SAW supaya memelihara Amal
Firman Allah SWT :
ياَيُّهَا
الَّذِيْنَ
امَنُوْآ
اَطِيْعُوا
اللهَ وَ
اَطِيْعُوا
الرَّسُوْلَ
وَ لاَ
تُبْطِلُوْآ
اَعْمَالَكُمْ. محمد:33
Hai orang-orang yang beriman, thaatlah
kepada Allah dan thaatlah kepada Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala)
amal-amalmu. [QS. Muhammad
: 33]
وَ لاَ
تَكُوْنُوْا
كَالَّتِيْ
نَقَضَتْ غَزْلَهَا
مِنْ بَعْدِ
قُوَّةٍ
اَنْكَاثًا،
تَتَّخِذُوْنَ
اَيْمَانَكُمْ
دَخَلاً
بَيْنَكُمْ
اَنْ
تَكُوْنَ
اُمَّةٌ هِيَ
اَرْبى مِنْ
اُمَّةٍ،
اِنَّمَا
يَبْلُوْكُمُ
اللهُ بِه، وَ
لَيُبَيّنَنَّ
لَكُمْ
يَوْمَ اْلقِيمَةِ
مَا كُنْتُمْ
فِيْهِ
تَخْتَلِفُوْنَ. النحل:92
Dan janganlah kamu seperti seorang
perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi
cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu
diantaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari
golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan
sesungguhnya di hari qiyamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu
perselisihkan itu. [QS.
An-Nahl : 92]
ذلِكَ هُدَى
اللهِ
يَهْدِيْ بِه
مَنْ يَّشَآءُ
مِنْ عِبَادِه،
وَ لَوْ
اَشْرَكُوْا
لَحَبِطَ
عَنْهُمْ
مَّا
كَانُوْا
يَعْمَلُوْنَ.
الانعام:88
Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia
memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya.
Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan
yang telah mereka kerjakan.
[QS. Al-An’aam : 88]
وَ لَقَدْ
اُوْحِيَ
اِلَيْكَ وَ
اِلىَ الَّذِيْنَ
مِنْ
قَبْلِكَ،
َلاِنْ
اَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ
عَمَلُكَ وَ
لَتَكُوْنَنَّ
مِنَ
اْلخسِرِيْنَ. الزمر: 65
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu
dan kepada (Nabi-nabi) yang sebelummu, “Jika kamu mempersekutukan
(Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu, dan tentulah kamu termasuk orang-orang
yang merugi”. [QS.
Az-Zumar : 65]
ياَيُّهَا
الَّذِيْنَ
امَنُوْا لاَ
تُقَدّمُوْا
بَيْنَ
يَدَيِ اللهِ
وَ
رَسُوْلِهِ
وَ اتَّقُوا
اللهَ، اِنَّ
اللهَ
سَمِيْعٌ
عَلِيْمٌ(1)
ياَيُّهَا
الَّذِيْنَ
امَنُوْا لاَ
تَرْفَعُوْا
اَصْوَاتَكُمْ
فَوْقَ
صَوْتِ
النَّبِيّ وَ
لاَ تَجْهَرُوْا
لَه
بِالْقَوْلِ
كَجَهْرِ
بَعْضِكُمْ
لِبَعْضٍ
اَنْ
تَحْبَطَ
اَعْمَالُكُمْ
وَ اَنْتُمْ
لاَ
تَشْعُرُوْنَ(2)
اِنَّ
الَّذِيْنَ
يَغُضُّوْنَ
اَصْوَاتَهُمْ
عِنْدَ
رَسُوْلِ
اللهِ اُولئِكَ
الَّذِيْنَ
امْتَحَنَ
اللهُ قُلُوْبَهُمْ
لِلتَّقْوى،
لَهُمْ
مَّغْفِرَةٌ
وَّ اَجْرٌ
عَظِيْمٌ(3)
الحجرات
Hai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (1)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata
kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu
terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan
kamu tidak menyadari. (2)
Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan
suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka
oleh Allah untuk bertaqwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. (3) [QS. Al-Hujuraat : 1-3]
مَثَلُ
الَّذِيْنَ
يُنْفِقُوْنَ
اَمْوَالَهُمْ
فِيْ
سَبِيْلِ
اللهِ
كَمَثَلِ
حَبَّةٍ
اَنْبَتَتْ
سَبْعَ
سَنَابِلَ
فِيْ كُلّ
سُنْبُلَةٍ
مّائَةُ
حَبَّةٍ، وَ
اللهُ
يُضعِفُ
لِمَنْ
يَّشَآءُ، وَ
اللهُ وَاسِعٌ
عَلِيْمٌ(261)
الَّذِيْنَ
يُنْفِقُوْنَ
اَمْوَالَهُمْ
فِيْ
سَبِيْلِ
اللهِ ثُمَّ لاَ
يُتْبِعُوْنَ
مَا
اَنْفَقُوْا
مَنًّا وَّ
لآَ اَذًى
لَّهُمْ
اَجْرُهُمْ
عِنْدَ رَبّهِمْ،
وَ لاَ خَوْفٌ
عَلَيْهِمْ
وَ لاَ هُمْ
يَحْزَنُوْنَ(262)
قَوْلٌ
مَّعْرُوْفٌ
وَّ مَغْفِرَةٌ
خَيْرٌ مّنْ
صَدَقَةٍ
يَّتْبَعُهَآ
اَذًى، وَ
اللهُ
غَنِيٌّ
حَلِيْمٌ(263) البقرة
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafqahkan
hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan
tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan
(pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi
Maha Mengetahui. (261)
Orang-orang yang menafqahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka
tidak mengiringi apa yang dinafqahkannya itu dengan menyebut-nyebut
pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka
memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka
dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (262)
Perkataan yang baik dan pemberian
ma’af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang
menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (263) [QS. Al-Baqarah : 261-263]
ياَيُّهَا
الَّذِيْنَ
امَنُوْا لاَ
تُبْطِلُوْا
صَدَقتِكُمْ
بِالْمَنّ وَ
اْلاَذى كَالَّذِيْ
يُنْفِقُ
مَالَه
رِئَآءَ
النَّاسِ وَ
لاَ يُؤْمِنُ
بِاللهِ وَ
اْليَوْمِ اْلاخِرِ،
فَمَثَلُه
كَمَثَلِ
صَفْوَانٍ عَلَيْهِ
تُرَابٌ
فَاَصَابَه
وَابِلٌ فَتَرَكَه
صَلْدًا، لاَ
يَقْدِرُوْنَ
عَلى شَيْءٍ
مّمَّا
كَسَبُوْا،
وَ اللهُ لاَ
يَهْدِى
اْلقَوْمَ
اْلكفِرِيْنَ(264)
وَ مَثَلُ
الَّذِيْنَ
يُنْفِقُوْنَ
اَمْوَالَهُمُ
ابْتِغَآءَ
مَرْضَاتِ اللهِ
وَ
تَثْبِيْتًا
مّنْ
اَنْفُسِهِمْ
كَمَثَلِ
جَنَّةٍ
بِرَبْوَةٍ
اَصَابَهَا
وَابِلٌ
فَاتَتْ
اُكُلَهَا
ضِعْفَيْنِ،
فَاِنْ لَّمْ
يُصِبْهَا
وَابِلٌ
فَطَلٌّ، وَ
اللهُ بِمَا
تَعْمَلُوْنَ
بَصِيْرٌ(265) البقرة
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu
menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti
(perasaan si penerima), seperti orang yang menafqahkan hartanya karena riya’
kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka
perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian
batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah).
Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah
tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (264)
Dan perumpamaan orang-orang yang
membelanjakan hartanya karena mencari keridlaan Allah dan untuk keteguhan jiwa
mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh
hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan
lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha
Melihat apa yang kamu perbuat. (265) [QS. Al-Baqarah : 264-265]
Hadits-hadits Nabi SAW :
عَنْ اَبِى
هُرَيْرَةَ
رض قَالَ:
سَمِعْتُ رَسُوْلَ
اللهِ ص
يَقُوْلُ:
اِنَّ
اَوَّلَ النَّاسِ
يُقْضَى
يَوْمَ
اْلقِيَامَةِ
عَلَيْهِ
رَجُلٌ
اُسْتُشْهِدَ
فَاُتِيَ
بِهِ فَعَرَّفَهُ
نِعَمَهُ
فَعَرَفَهَا.
قَالَ: فَمَا
عَمِلْتَ
فِيْهَا؟
قَالَ:
قَاتَلْتُ
فِيْكَ
حَتَّى
اُسْتُشْهِدْتُ.
قَالَ:
كَذَبْتَ. وَ
لكِنَّكَ
قَاتَلْتَ
ِلاَنْ
يُقَالَ
جَرِئٌ،
فَقَدْ
قِيْلَ. ثُمَّ
اُمِرَ بِهِ
فَسُحِبَ
عَلَى
وَجْهِهِ
حَتَّى
اُلْقِيَ فِى
النَّارِ. وَ
رَجُلٌ تَعَلَّمَ
اْلعِلْمَ وَ
عَلَّمَهُ وَ
قَرَأَ اْلقُرْانَ،
فَاُتِيَ
بِهِ
فَعَرَّفَهُ
نِعَمَهُ
فَعَرَفَهَا.
قَالَ: فَمَا
عَمِلْتَ
فِيْهَا؟
قَالَ:
تَعَلَّمْتُ
اْلعِلْمَ وَ
عَلَّمْتُهُ
وَ قَرَأْتُ
فِيْكَ
اْلقُرْانَ.
قَالَ:
كَذَبْتَ، وَ
لكِنَّكَ
تَعَلَّمْتَ
اْلعِلْمَ
لِيُقَالَ
عَالِمٌ وَ
قَرَأْتَ اْلقُرْانَ
لِيُقَالَ
هُوَ
قَارِئٌ،
فَقَدْ
قِيْلَ. ثُمَّ
اُمِرَ بِهِ
فَسُحِبَ
عَلَى
وَجْهِهِ
حَتَّى
اُلْقِيَ فِى
النَّارِ. وَ
رَجُلٌ
وَسَّعَ
اللهُ
عَلَيْهِ وَ
اَعْطَاهُ
مِنْ اَصْنَافِ
اْلمَالِ
كُلّهِ
فَاُتِيَ
بِهِ فَعَرَّفَهُ
نِعَمَهُ
فَعَرَفَهَا.
قَالَ: فَمَا
عَمِلْتَ فِيْهَا؟
قَالَ: مَا
تَرَكْتُ
مِنْ
سَبِيْلٍ تُحِبُّ
اَنْ
يُنْفَقَ
فِيْهَا
اِلاَّ اَنْفَقْتُ
فِيْهَا لَكَ.
قَالَ:
كَذَبْتَ، وَ
لكِنَّكَ
فَعَلْتَ
لِيُقَالَ
هُوَ جَوَادٌ،
فَقَدْ
قِيْلَ. ثُمَّ
اُمِرَ بِهِ
فَسُحِبَ
عَلَى
وَجْهِهِ
ثُمَّ
اُلْقِيَ فِى
النَّارِ. مسلم 3: 1514
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Saya
telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya yang pertama akan
diberi keputusan pada hari qiyamat ialah seorang yang mati syahid, lalu ia
dibawa dan dihadapkan kepada ni’mat (kebaikan-kebaikan)nya, maka ia
mengakuinya. Allah berfirman, “Apakah yang kamu lakukan padanya ?”.
Ia menjawab, “Saya telah berjuang untuk-Mu hingga mati syahid”.
Allah berfirman, “Kamu berdusta, tetapi kamu berjuang supaya disebut
sebagai pahlawan dan orang pemberani. Dan telah dikatakan orang yang demikian
itu”. Kemudian diperintahkan (kepada malaikat), lalu ia diseret pada
mukanya dan dilemparkan ke neraka. (Kedua) seorang yang belajar ilmu,
mengajarkannya dan membaca Al-Qur’an. Lalu ia dibawa dan dihadapkan kepada
ni’mat (kebaikan-kebaikan)nya, maka ia mengakuinya. Allah berfirman,
“Apakah yang kamu lakukan padanya ?”. Ia menjawab, “Saya
mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an hanya
untuk-Mu”. Allah berfirman, “Kamu berdusta, tetapi kamu mempelajari
ilmu supaya disebut sebagai seorang yang alim, dan kamu membaca Al-Qur’an
supaya disebut sebagai seorang yang pandai membaca Al-Qur’an, dan telah
dikatakan orang yang demikian itu”. Kemudian diperintahkan (kepada
malaikat), lalu ia diseret pada mukanya dan dilemparkan ke neraka. (Ketiga)
seorang hartawan yang diberi bermacam-macam kekayaan oleh Allah, lalu ia dibawa
dan dihadapkan kepada ni’mat (kebaikan-kebaikan)nya, maka ia mengakuinya.
Allah berfirman, “Apakah yang kamu lakukan padanya ?”. Ia menjawab,
“Tidak satu jalanpun yang Engkau sukai agar jalan itu diberi harta,
melainkan sudah saya beri dengan harta itu semata-mata untuk-Mu”. Allah
berfirman, “Kamu berdusta, tetapi kamu berbuat yang demikian itu agar
disebut sebagai orang yang dermawan, dan telah dikatakan orang yang demikian
itu”. Kemudian diperintahkan (kepada malaikat) lalu ia diseret pada
mukanya dan dilemparkan ke neraka”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1514]
عَنْ اَبِى
هُرَيْرَةَ
رض اَنَّ
رَسُوْلَ اللهِ
ص قَالَ:
اَتَدْرُوْنَ
مَا
اْلمُفْلِسُ؟
قَالُوْا: اْلمُفْلِسُ
فِيْنَا مَنْ
لاَ دِرْهَمَ
لَهُ وَ لاَ
مَتَاعَ.
فَقَالَ:
اِنَّ
اْلمُفْلِسَ
مِنْ
اُمَّتِى
يَأْتِى
يَوْمَ
اْلقِيَامَةِ
بِصَلاَةٍ وَ
صِيَامٍ وَ
زَكَاةٍ وَ
يَأْتِى قَدْ
شَتَمَ هذَا
وَ قَذَفَ
هذَا وَ اَكَلَ
مَالَ هذَا وَ
سَفَكَ دَمَ
هذَا وَ
ضَرَبَ هذَا.
فَيُعْطَى
هذَا مِنْ
حَسَنَاتِهِ،
وَ هذَا مِنْ
حَسَنَاتِهِ.
فَاِنْ
فَنِيَتْ
حَسَنَاتُهُ
قَبْلَ اَنْ
يُقْضَى مَا
عَلَيْهِ اُخِذَ
مِنْ
خَطَايَاهُمْ
فَطُرِحَتْ
عَلَيْهِ
ثُمَّ طُرِحَ
فِى النَّارِ. مسلم 4: 1997
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata :
Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kamu orang yang pailit (bangkrut) itu
?”. Para shahabat menjawab, “Orang yang bangkrut diantara kami
ialah orang yang tidak punya dirham dan tidak punya barang-barang”. Nabi
SAW bersabda, “Orang yang bangkrut dari ummatku ialah orang yang datang
pada hari qiyamat lengkap dengan membawa (pahala) shalat, puasa dan zakatnya,
tetapi disamping itu ia telah mencaci ini, menuduh itu, memakan hartanya ini,
menumpahkan darah itu dan memukul ini. Lalu diberikanlah kepada si ini dari
(pahala) kebaikan amalnya dan diberikan kepada si itu dari (pahala) kebaikan
amalnya. Dan apabila telah habis (pahala) kebaikannya, padahal belum terbayar
semua tuntutan orang lain kepadanya, maka diambillah dari dosa-dosanya orang
yang pernah dianiaya itu lalu ditanggungkan kepadanya, kemudian ia dilemparkan
ke neraka”. [HR.
Muslim juz 4, hal. 1997]
ثَلاَثَةٌ
لاَ يَنْفَعُ
مَعَهُنَّ
عَمَلٌ: اَلشّرْكُ
بِاللهِ، وَ
عُقُوْقُ
اْلوَالِدَيْنِ،
وَ
اْلفِرَارُ
مِنَ
الزَّحْفِ.
الطبرانى فى
المعجم
الكبير 2: 95 رقم 1420
Ada tiga perkara yang menjadikan amal
seseorang tidak berguna : 1. syirik kepada Allah, 2. durhaka kepada kedua orang
tua, dan 3. lari dari medan perang (sebagai pengecut). [HR. Thabrani di dalam Mu’jamul
Kabir juz 2, hal. 95, no. 1420, dlaif, karena di dalam sanadnya ada perawi
bernama Yazid bin Rabi’ah]
عَنْ
اَبِى
هُرَيْرَةَ
اَنَّ
النَّبِيَّ ص قَالَ:
اِيَّاكُمْ
وَ
اْلحَسَدَ،
فَاِنَّ اْلحَسَدَ
يَأْكُلُ
اْلحَسَنَاتِ
كَمَا تَأْكُلُ
النَّارُ
اْلحَطَبَ،
اَوْ قَالَ:
اْلعُشْبَ.
ابو داود،
ضعيف لانه فى
اسناده جد
ابراهيم بن
ابى اسيد و هو
مجهول
Dari
Abu Hurairah bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Hati-hatilah kalian terhadap dengki, karena
sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar”, atau beliau
bersabda, “(memakan) rumput”. [HR. Abu Dawud juz
4, hal. 276, no. 4903, dla’if
karena dalam sanadnya ada kakeknya Ibrahim bin Abu Usaid, ia majhul]
عَنِ
الزُّبَيْرِ
رض اَنَّ
رَسُوْلَ
اللهِ ص
قَالَ: دَبَّ
اِلَيْكُمْ
دَاءُ
اْلاُمَمِ قَبْلَكُمْ.
اْلحَسَدُ وَ
اْلبَغْضَاءُ.
وَ اْلبَغْضَاءُ
هِيَ
اْلحَالِقَةُ.
اَمَّا اِنّى
لاَ اَقُوْلُ
تَحْلِقُ الشَّعَرَ
وَ لكِنْ
تَحْلِقُ
الدّيْنَ. البزار
باسناد جيد و
البيهقى، فى
الترغيب و الترهيب
3: 548
Dari Zubair RA bahwasanya Rasulullah SAW
bersabda, “Akan menjalar kepadamu penyakit ummat-ummat sebelummu, yaitu
dengki dan kebencian yang sangat. Dan kebencian yang sangat itu adalah
pencukur. Adapun saya tidak mengatakan mencukur rambut, tetapi mencukur
agama”. [HR.
Al-Bazzar dengan sanad yang baik, dan Baihaqiy, dalam Targhib wat Tarhib juz 3,
hal. 548]
عَنْ
صَفِيَّةَ
عَنْ بَعْضِ
اَزْوَاجِ
النَّبِيّ ص
عَنِ النَّبِيّ
ص قَالَ: مَنْ
اَتَى
عَرَّافًا
فَسَأَلَهُ
عَنْ شَيْءٍ
لَمْ
تُقْبَلْ
لَهُ صَلاَةُ اَرْبَعِيْنَ
لَيْلَةً. مسلم 4: 1751
Dari Shafiyah, dari sebagian istri Nabi
SAW, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa datang kepada dukun,
lalu menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak akan diterima shalatnya selama
empat puluh hari”.
[HR. Muslim juz 4, hal. 1751]
عَنْ
اَبِى
هُرَيْرَةَ
وَ اْلحَسَنِ
عَنِ النَّبِيّ
ص قَالَ: مَنْ
اَتَى
كَاهِنًا
اَوْ عَرَّافًا
فَصَدَّقَهُ
بِمَا يَقُوْلُ
فَقَدْ
كَفَرَ بِمَا
اُنْزِلَ
عَلَى
مُحَمَّدٍ ص.
احمد 2: 429
Dari Abu Hurairah
dan Hasan, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa datang kepada dukun atau tukang
ramal, lalu mempercayai apa yang dia katakan, maka sungguh orang itu telah
kafir kepada apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW”. [HR. Ahmad juz
2, hal. 429, Munqathi’,
karena Khalas bin ‘Amr
tidak bertemu dengan Abu Hurairah]Bagikan
Memelihara Amal
4/
5
Oleh
Fatima
