Petunjuk Rasulullah SAW untuk menjaga persatuan
Firman Allah SWT :
وَاعْتَصِمُوْا
بِحَبْلِ
اللهِ جَمِيْعًا
وَّ لاَ
تَفَرَّقُوْا
وَاذْكُرُوْا
نِعْمَتَ
اللهِ
عَلَيْكُمْ
اِذْ كُنْتُمْ
اَعْدَآءً
فَاَلَّفَ
بَيْنَ
قُلُوْبِكُمْ
فَاَصْبَحْتُمْ
بِنِعْمَتِه
اِخْوَانًا،
وَ كُنْتُمْ
عَلى شَفَا
حُفْرَةٍ
مّنَ النَّارِ
فَاَنْقَذَكُمْ
مّنْهَا،
كَذلِكَ
يُبَيّنُ
اللهُ لَكُمْ
ايتِه
لَعَلَّكُمْ
تَهْتَدُوْنَ.
ال عمران:
103
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
(agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan ni'mat
Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah
mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah orang-orang yang
bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [QS. Ali 'Imran : 103]
وَ
اَطِيْعُوا
اللهَ وَ
رَسُوْلَه
وَلاَ تَنَازَعُوْا
فَتَفْشَلُوْا
وَ تَذْهَبَ
رِيْحُكُمْ
وَ
اصْبِرُوْا،
اِنَّ اللهَ
مَعَ الصّبِرِيْنَ.
الانفال:
46
Dan tha’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan,
yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. [QS. Al-Anfaal : 46]
فَاتَّقُوا
اللهَ وَ
اَصْلِحُوْا
ذَاتَ بَيْنِكُمْ،وَاَطِيْعُوا
اللهَ
وَرَسُوْلَه
اِنْ
كُنْتُمْ
مُّؤْمِنِيْنَ.
الانفال: 1
Maka bertaqwalah kepada Allah dan
perbaikilah hubungan diantara sesamamu, dan tha’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman. [QS. Al-Anfal : 1]
وَ
اِنْ
طَآئِفَتَانِ
مِنَ
اْلمُؤْمِنِيْنَ
اقْتَتَلُوْا
فَاَصْلِحُوْا
بَيْنَهُمَا،
فَاِنْ
بَغَتْ
اِحْديهُمَا
عَلَى اْلاُخْرى
فَقَاتِلُوا
الَّتِيْ
تَبْغِيْ
حَتّى تَفِيْءَ
اِلى اَمْرِ
اللهِ،
فَاِنْ فَآءَتْ
فَاَصْلِحُوْا
بَيْنَهُمَا
بِاْلعَدْلِ
وَ
اَقْسِطُوْا،
اِنَّ اللهَ
يُحِبُّ اْلمُقْسِطِيْنَ.
الحجرات: 9
Dan jika ada dua golongan dari orang-orang
mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua
golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah
golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah
Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka
damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang berlaku adil. [QS. Al-Hujurat : 9]
اِنَّمَا
اْلمُؤْمِنُوْنَ
اِخْوَةٌ
فَاَصْلِحُوْا
بَيْنَ
اَخَوَيْكُمْ
وَ اتَّقُوا
اللهَ
لَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُوْنَ.
الحجرات: 10
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah
bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada
Allah supaya kamu mendapat rahmat. [QS. Al-Hujurat : 10]
ياَيُّهَا
الَّذِيْنَ
امَنُوْا لاَ
يَسْخَرْ
قَوْمٌ مّنْ
قَوْمٍ عَسى
اَنْ
يَّكُوْنُوْا
خَيْرًا
مّنْهُمْ
وَلاَ
نِسَآءٌ مّنْ
نّسَآءٍ عَسى
اَنْ يَّكُنَّ
خَيْرًا
مّنْهُنَّ،
وَ لاَ تَلْمِزُوْآ
اَنْفُسَكُمْ
وَلاَ
تَنَابَزُوْا
بِاْلاَلْقَابِ،
بِئْسَ
الاِسْمُ
اْلفُسُوْقُ
بَعْدَ اْلاِيْمَانِ،
وَ مَنْ لَّمْ
يَتُبْ
فَاُولئِكَ
هُمُ
الظّلِمُوْنَ.
الحجرات:11
Hai orang-orang yang beriman, janganlah
suatu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang
diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan) dan
jangan pula wanita-wanita (memperolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena)
boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang
memperolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah
kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan
ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat,
maka mereka itulah orang-orang yang dhalim. [QS. Al-Hujurat : 11]
ياَيُّهَا
الَّذِيْنَ
امَنُوْا
اجْتَنِبُوْا
كَثِيْرًا
مّنَ
الظَّنّ،
اِنَّ بَعْضَ
الظَّنّ اِثْمٌ
وَّلاَ
تَجَسَّسُوْا
وَلاَ
يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ
بَعْضًا،
اَيُحِبُّ
اَحَدُكُمْ
اَنْ
يَّأْكُلَ
لَحْمَ
اَخِيْهِ
مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ،
وَ اتَّقُوا
اللهَ، اِنَّ
اللهَ
تَوَّابُ
الرَّحِيْمُ.
الحجرات:12
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah
kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa
dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian
kamu mempergunjingkan sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu
memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik
kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [QS.
Al-Hujurat : 12]
Hadits-hadits Nabi SAW :
عَنْ
اَبِى
مُوْسَى
قَالَ: قَالَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص:
اَلْمُؤْمِنُ
لِلْمُؤْمِنِ
كَاْلبُنْيَانِ
يَشُدُّ
بَعْضُهُ
بَعْضًا.
مسلم 4: 1999
Dari Abu Musa, ia berkata : Rasulullah SAW
bersabda, "Orang mukmin dengan mukmin lainnya adalah seperti satu bangunan
yang sebagiannya dengan bagian yang lain saling menguatkan" [HR. Muslim juz 4, hal. 1999]
عَنِ
النُّعْمَانِ
بْنِ
بَشِيْرٍ
قَالَ: قَالَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص:
مَثَلُ
اْلمُؤْمِنِيْنَ
فِىْ
تَوَادّهِمْ
وَ
تَرَاحُمِهِمْ
وَ تَعَاطُفِهِمْ
مَثَلُ
اْلجَسَدِ،
اِذَا اشْتَكَى
مِنْهُ
عُضْوٌ
تَدَاعَى
لَهُ سَائِرُ
اْلجَسَدِ
بِالسَّهَرِ
وَ اْلحُمَّى.
مسلم 4: 1999
Dari Nu'man bin Basyir, ia berkata :
Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih
sayang, cinta-mencintai, serta memadu kasih ibarat satu tubuh, apabila ada anggota
badan yang sakit maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit, dengan tidak bisa
tidur dan demam".
[HR. Muslim juz 4, hal. 1999]
عَنِ
النُّعْمَانِ
بْنِ
بَشِيْرٍ
قَالَ: قَالَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص:
اَلْمُسْلِمُوْنَ
كَرَجُلٍ
وَاحِدٍ اِنِ
اشْتَكَى
عَيْنُهُ اشْتَكَى
كُلُّهُ، وَ
اِنِ
اشْتَكَى
رَأْسُهُ
اشْتَكَى
كُلُّهُ.
مسلم 4: 2000
Dari Nu'man bin Basyir, ia berkata :
Rasulullah SAW bersabda, "Orang-orang muslim itu ibarat satu orang,
jika matanya sakit, maka seluruh badannya ikut merasakan sakit. Dan bila kepalanya
sakit, maka seluruh tubuhnya ikut merasa sakit pula". [HR. Muslim juz 4, hal. 2000]
عَنْ
اَنَسٍ عَنِ
النَّبِيّ ص
قَالَ: لاَ
يُؤْمِنُ
اَحَدُكُمْ
حَتَّى
يُحِبَّ
ِلاَخِيْهِ
مَا يُحِبُّ
لِنَفْسِهِ.
البخارى 1: 9
Dari Anas, dari Nabi SAW, beliau bersabda,
"Tidak beriman seseorang diantara kalian, sehingga dia cinta untuk
saudaranya sebagaimana dia cinta untuk dirinya sendiri". [HR. Bukhari juz 1, hal. 9]
عَنْ
اَبِى
اَيُّوْبَ
اْلاَنْصَارِيّ
اَنَّ
رَسُوْلَ
اللهِ ص
قَالَ: لاَ
يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ
اَنْ يَهْجُرَ
اَخَاهُ
فَوْقَ
ثَلاَثِ
لَيَالٍ.
يَلْتَقِيَانِ
فَيُعْرِضُ
هذَا وَ
يُعْرِضُ
هذَا.وَ
خَيْرُهُمَا
الَّذِيْ
يَبْدَأُ
بِالسَّلاَمِ.
مسلم 4: 1984
Dari Abu Ayyub Al-Anshariy, ia berkata :
Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan
saudaranya lebih tiga hari. (Apabila) keduanya bertemu, yang ini berpaling dan
yang itu berpaling. Dan sebaik-baik dari keduanya itu ialah orang yang memulai
mengucapkan salam".
[HR. Muslim juz 4, hal. 1984]
عَنْ
اَبِى
هُرَيْرَةَ
اَنَّ
رَسُوْلَ اللهِ
ص قَالَ:
اِيَّاكُمْ
وَ الظَّنَّ
فَاِنَّ
الظَّنَّ
اَكْذَبُ
اْلحَدِيْثِ.
وَ لاَ تَحَسَّسُوْا
وَلاَ
تَجَسَّسُوْا
وَلاَ تَنَافَسُوْا
وَلاَ
تَحَاسَدُوْا
وَ لاَ تَبَاغَضُوْا
وَ لاَ
تَدَابَرُوْا،
وَ كُوْنُوْا
عِبَادَ
اللهِ
اِخْوَانًا.
مسلم 4: 1985
Dari Abu Hurairah, ia berkata :
Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Jauhkanlah
diri kalian dari berprasangka (buruk), karena prasangka (buruk) itu adalah
sedusta-dusta perkataan (hati), janganlah kalian mendengar-dengarkan
(pembicaraan orang lain) dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang
lain, janganlah kalian bersaing yang tidak sehat, janganlah kalian saling
mendengki, janganlah saling membenci dan janganlah saling membelakangi. Dan
jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”. [HR. Muslim juz
4, hal. 1985]
عَنْ
سَالِمٍ عَنْ
اَبِيْهِ،
اَنَّ رَسُوْلَ
اللهِ ص
قَالَ:
اَلْمُسْلِمُ
اَخُو اْلمُسْلِمِ،
لاَ
يَظْلِمُهُ
وَلاَ
يُسْلِمُهُ. مَنْ
كَانَ فِى
حَاجَةِ
اَخِيْهِ
كَانَ اللهُ
فِى
حَاجَتِهِ. وَ
مَنْ فَرَّجَ
عَنْ مُسْلِمٍ
كُرْبَةً
فَرَّجَ
اللهُ عَنْهُ
بِهَا
كُرْبَةً
مِنْ كُرَبِ
يَوْمِ اْلقِيَامَةِ،
وَ مَنْ
سَتَرَ
مُسْلِمًا
سَتَرَهُ
اللهُ يَوْمَ
اْلقِيَامَةِ.
مسلم 4: 1996
Dari Salim dari ayahnya, ia berkata :
Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Orang Islam itu saudaranya orang
Islam yang lain, maka tidak boleh ia menganiayanya dan tidak boleh
membiarkannya (dengan tidak mau menolongnya). Barangsiapa yang menolong
kebutuhan saudaranya, maka Allah akan menolong kebutuhannya. Dan barangsiapa
yang meringankan satu kesusahan orang muslim, Allah akan meringankan satu
kesusahan dari kesusahan-kesusahannya pada hari qiyamat. Dan barangsiapa yang
menutup aib (cela) orang Islam, maka Allah akan menutup aib (cela)nya besok
pada hari qiyamat”. [HR.
Muslim juz 4, hal. 1996]
عَنِ
ابْنِ عُمَرَ
اَنَّهُ
سَمِعَ
النَّبِيَّ ص
يَقُوْلُ: لاَ
تَرْجِعُوْا
بَعْدِى كُفَّارًا
يَضْرِبُ
بَعْضُكُمْ
رِقَابَ بَعْضٍ.
البخارى 8: 91
Dari Ibnu ‘Umar, bahwasanya ia
mendengar Nabi SAW bersabda, “Janganlah sepeninggalku nanti kalian
kembali kepada kekafiran, (yakni) sebagian kalian memenggal leher sebagian yang
lain”. [HR. Bukhari
juz 8, hal. 91]
عَنْ عَبْدِ
اللهِ بْنِ
عُمَرَ رض
اَنَّ رَسُوْلَ
اللهِ ص
قَالَ: مَنْ
حَمَلَ
عَلَيْنَا السّلاَحَ
فَلَيْسَ
مِنَّا.
البخارى 8: 90
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar RA,
bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mengangkat senjata
untuk memerangi kami, maka ia tidak termasuk golongan kami”. [HR. Bukhari juz 8, hal. 90]
عَنْ اَبِى
بَكْرَةَ
قَالَ: قَالَ
رَسُوْلُ اللهِ
ص: اِذَا
اْلتَقَى
اْلمُسْلِمَانِ
بِسَيْفَيْهِمَا
فَاْلقَاتِلُ
وَ اْلمَقْتُوْلُ
فِى النَّارِ. مسلم 4: 2214
Dari Abu Bakrah, ia berkata : Rasulullah
SAW bersabda, “Apabila dua orang muslim saling berhadapan dengan
menghunus pedang masing-masing, maka orang yang membunuh dan yang di bunuh di
neraka”. [HR. Muslim
juz 4, hal. 2214]
عَنِ
اْلاَحْنَفِ
بْنِ قَيْسٍ
قَالَ:
خَرَجْتُ وَ
اَنَا اُرِيْدُ
هذَا
الرَّجُلَ
فَلَقِيَنِى
اَبُوْ بَكْرَةَ
فَقَالَ:
اَيْنَ
تُرِيْدُ يَا
اَحْنَفُ؟
قَالَ قُلْتُ:
اُرِيْدُ
نَصْرَ ابْنِ عَمّ
رَسُوْلِ
اللهِ ص،
يَعْنِى
عَلِيًّا. قَالَ
فَقَالَ لِىْ:
يَا
اَحْنَفُ،
اِرْجِعْ فَاِنّى
سَمِعْتُ
رَسُوْلَ
اللهِ ص
يَقُوْلُ:
اِذَا
تَوَاجَهَ
اْلمُسْلِمَانِ
بِسَيْفَيْهِمَا
فَاْلقَاتِلُ
وَ
اْلمَقْتُوْلُ
فِى النَّارِ.
قَالَ
فَقُلْتُ،
اَوْ قِيْلَ:
يَا رَسُوْلَ
اللهِ، هذَا
اْلقَاتِلُ.
فَمَا بَالُ
اْلمَقْتُوْلِ؟
قَالَ:
اِنَّهُ قَدْ
اَرَادَ
قَتْلَ
صَاحِبِهِ. مسلم 4: 2213
Dari Al-Ahnaf bin Qais, ia berkata,
“Aku keluar ingin menolong orang laki-laki ini”. Lalu Abu Bakrah
menemuiku dan bertanya, “Akan kemana engkau wahai Ahnaf ?”. Perawi
mengatakan : (Ahnaf berkata), “Aku akan membantu anak paman Rasulullah
SAW, yakni ‘Ali”. Ahnaf mengatakan : Abu Bakrah berkata kepadaku :
Hai Ahnaf, kembalilah, karena aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,
“Apabila dua orang muslim berhadapan dengan menghunus pedang, maka orang
yang membunuh dan yang dibunuh di dalam neraka”. Perawi berkata : Aku
(Ahnaf) bertanya, atau ada orang yang bertanya, “Ya Rasulullah, ini bagi
yang membunuh (sudah jelas), lalu bagaimana yang dibunuh ?”. Beliau
bersabda, “Sesungguhnya dia juga ingin membunuh saudaranya”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2213]
عَنْ عَبْدِ
اللهِ بْنِ
عَمْرٍو عَنِ
النَّبِيّ ص
قَالَ:
اَْلمُسْلِمُ
مَنْ سَلِمَ
اْلمُسْلِمُوْنَ
مِنْ
لِسَانِهِ وَ
يَدِهِ وَ اْلمُهَاجِرُ
مَنْ هَجَرَ
مَا نَهَى
اللهُ عَنْهُ.
البخارى 1: 8
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr dari
Nabi SAW, beliau bersabda, “Orang muslim itu orang yang mana orang muslim
lainnya selamat dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah itu ialah
orang yang berhijrah dari apa yang Allah melarang dari padanya”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 8]
قَالَ
عَبْدُ اللهِ
قَالَ
النَّبِيُّ ص:
سِبَابُ
اْلمُسْلِمِ
فُسُوْقٌ وَ
قِتَالُهُ
كُفْرٌ.
البخارى 8: 91
‘Abdullah (bin Mas’ud) berkata
: Nabi SAW bersabda, “Mencaci orang Islam itu merupakan kefasiqan, dan
membunuhnya merupakan kekafiran”. [HR. Bukhari juz 8, hal. 91
Bagikan
Menjaga Persatuan
4/
5
Oleh
Fatima
