
6. Sifat-sifat orang yang beriman
اِنَّمَا
كَانَ قَوْلَ
الْمُؤْمِنِيْنَ
اِذَا دُعُوْآ
اِلَى اللهِ
وَ رَسُوْلِه
لِيَحْكُمَ
بَيْنَهُمْ اَنْ
يَّقُوْلُوْا
سَمِعْنَا وَ
اَطَعْنَا،
وَ اُولئِكَ
هُمُ
الْمُفْلِحُوْنَ. النور: 51
Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil
kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka
ialah ucapan, "Kami mendengar dan kami patuh". Dan mereka itulah
orang-orang yang beruntung. [QS. An-Nuur : 51]
وَمَا
كَانَ
لِمُؤْمِنٍ وَّلاَ
مُؤْمِنَةٍ اِذَا
قَضَى اللهُ
وَ رَسُوْلُه اَمْرًا
اَنْ يَّكُوْنَ
لَهُمُ
الْخِيَرَةُ
مِنْ اَمْرِهِمْ،
وَ مَنْ يَّعْصِ
اللهَ وَ رَسُوْلَه
فَقَدْ ضَلَّ
ضَللاً مُّبِيْنًا.
الاحزاب: 36
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula)
bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu
ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan
barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat,
sesat yang nyata. [QS. Al-Ahzaab : 36]
فَلاَ
وَرَبّكَ لاَ
يُؤْمِنُوْنَ
حَتّى يُحَكّمُوْكَ
فِيْمَا
شَجَرَ
بَيْنَهُمْ
ثُمَّ لاَ
يَجِدُوْا
فِيْ اَنْفُسِهِمْ
حَرَجًا مّمَّا
قَضَيْتَ وَ يُسَلّمُوْا
تَسْلِيْمًا. النساء: 65
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga
mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian
mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu
berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. [QS.
An-Nisaa' : 65]
ياَيُّهَا
الَّذِيْنَ امَنُوْا
لاَ
تُقَدّمُوْا
بَيْنَ
يَدَيِ اللهِ
وَ رَسُوْلِه
وَاتَّقُوا
اللهَ، اِنَّ
اللهَ سَمِيْعٌ
عَلِيْمٌ.
الحجرات: 1
Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan
bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui. [QS. Al-Hujuraat : 1]
Uraian :
Pada QS.
An-Nuur : 51, menunjukkan bahwa orang-orang yang benar-benar beriman itu,
apabila mereka diajak supaya mengikuti Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad SAW)
untuk menerima hukum dari perselisihan yang terjadi diantara mereka, maka mereka
mengatakan dengan tulus ikhlash, "Kami mendengar dan kami patuh", mereka
tidak membantah sedikitpun. Terhadap orang-orang yang demikian itu Allah menyatakan,
"Mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Pada QS.
Al-Ahzaab : 36, menunjukkan bahwa apabila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan
suatu perkara (urusan), maka bagi orang mu'min laki-laki dan orang mu'min
perempuan tidak akan membantah putusan Allah dan Rasul-Nya. Apabila ia
membantah atau tidak mau menerima keputusan Allah dan Rasul-Nya, maka ia
termasuk orang yang durhaka. Sedang barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan
Rasul-Nya, maka ia adalah sesat dengan kesesatan yang nyata.
Pada QS.
An-Nisaa' : 65, menunjukkan bahwa orang-orang yang mengatakan telah beriman itu
tidak dapat disebut beriman dengan sesungguhnya, sehingga mereka itu menyerahkan
keputusan tentang segala sesuatu yang mereka perselisihkan itu kepada hukum Rasul
(Nabi Muhammad SAW). Dan setelah menerima keputusan tersebut, mereka tidak
merasa berat di hati mereka terhadap keputusan itu dan mereka menerima dengan
sepenuhnya.
Pada QS. Al-Hujuraat
: 1 tersebut mengandung petunjuk, bahwa orang-orang yang beriman dilarang keras
mendahului hukum Allah dan hukum Rasul-Nya. Tegasnya orang-orang beriman tidak
boleh melampaui batas keputusan Allah dan keputusan Rasul-Nya.
Dari
ayat-ayat di atas kita dapat mengambil pengertian bahwa orang-orang yang
beriman haruslah mau menerima hukum-hukum yang telah diberikan oleh Allah
(Al-Qur'an) dan yang telah diberikan oleh Rasul-Nya SAW (As-Sunnah), dan dilarang
keras menyalahi hukum Allah dan hukum Rasul-Nya. Bagikan
Ta'at Kepada Allah dan Rasul-Nya (05)
4/
5
Oleh
Fatima
