
10. Al-Qur'an petunjuk yang Hakiki
وَ كَذٰلِكَ
اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ
رُوْحًا مّنْ اَمْرِنَا،
مَا كُنْتَ
تَدْرِيْ مَا
الْكِتٰبُ
وَلاَ اْلاِيْمَانُ
وَلٰكِنْ
جَعَلْنٰهُ
نُوْرًا نَّهْدِيْ
بِه مَنْ نَّشَآءُ
مِنْ
عِبَادِنَا،
وَ اِنَّكَ
لَتَهْدِيْ اِلٰى
صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ(52)
صِرَاطِ
اللهِ الَّذِيْ
لَه مَا فِي
السَّمٰوٰتِ
وَمَا فِي اْلاَرْضِ،
اَلآَ اِلَى
اللهِ تَصِيْرُ
اْلاُمُوْرُ(53). الشورى: 52-53
Dan
demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur'an) dengan perintah Kami.
Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur'an) dan tidak pula
mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur'an itu cahaya, yang
Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki diantara hamba-hamba Kami.
Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
(52)
(Yaitu) jalan Allah yang
kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah,
bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.
(53) [QS. Asy-Syuuraa : 52-53]
يٰاَهْلَ
الْكِتٰبِ
قَدْ جَآءَكُمْ
رَسُوْلُنَا
يُبَيّنُ
لَكُمْ كَثِيْرًا
مّمَّا
كُنْتُمْ
تُخْفُوْنَ
مِنَ الْكِتٰبِ
وَ يَعْفُوْا
عَنْ كَثِيْرٍ،
قَدْ جَآءَكُمْ
مّنَ اللهِ
نُوْرٌ وَّ كِتٰبٌ
مُّبِيْنٌ(15) يَهْدِيْ
بِهِ اللهُ
مَنِ اتَّبَعَ
رِضْوَانَه
سُبُلَ السَّلٰمِ
وَ يُخْرِجُهُمْ
مّنَ الظُّلُمٰتِ
اِلَى النُّوْرِ
بِاِذْنِه وَ يَهْدِيْهِمْ
اِلٰى صِرَاطٍ
مُّسْتَقِيْمٍ(16) المائدة: 15-16
Hai Ahli
Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu
banyak dari isi Al-Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang)
dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab
yang menerangkan. (15)
Dengan kitab
itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridlaan-Nya ke jalan
keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu
dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan
menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (16)
[QS. Al-Maaidah : 15-16]
ذٰلِكَ
الْكِتٰبُ لاَ
رَيْبَ فِيْهِ
هُدًى لّلْمُتَّقِيْنَ. البقرة: 2
Kitab (Al-Qur'an)
ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, [QS. A-Baqarah
: 2]
شَهْرُ
رَمَضَانَ
الَّذِيْ اُنْزِلَ
فِيْهِ
الْقُرْاٰنُ
هُدًى لّلنَّاسِ
وَ بَيّنٰتٍ مّنَ
الْهُدٰى وَ الْفُرْقَانِ،. البقرة: 185
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah)
bulan Ramadlan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai
petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan
pembeda (antara yang hak dan yang bathil). [QS. Al-Baqarah : 185]
وَمَآ اَنْزَلْنَا
عَلَيْكَ
الْكِتٰبَ اِلاَّ
لِتُبَيّنَ
لَهُمُ الَّذِي
اخْتَلَفُوْا
فِيْهِ وَ هُدًى
وَّ رَحْمَةً
لّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ. النحل: 64
Dan Kami
tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) ini, melainkan agar kamu dapat
menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi
petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
[QS. An-Nahl : 64]
وَ نَزَّلْنَا
عَلَيْكَ
الْكِتٰبَ
تِبْيَانًا لّكُلّ
شَيْءٍ وَّهُدًى
وَّ رَحْمَةً
وَّبُشْرٰى
لِلْمُسْلِمِيْنَ. النحل: 89
Dan Kami
turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan
petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.
[QS. An-Nahl : 89]
الر، كِتٰبٌ
اَنْزَلْنٰهُ
اِلَيْكَ
لِتُخْرِجَ
النَّاسَ
مِنَ الظُّلُمٰتِ
اِلَى النُّوْرِ
بِاِذْنِ
رَبّـهِمْ اِلٰى
صِرَاطِ
الْعَزِيْزِ
الْحَمِيْدِ. ابرهيم: 1
Alif,
laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu
mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan
izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha
Terpuji. [QS. Ibrahim : 1]
هُوَ الَّذِيْ
يُنَزّلُ عَلٰى
عَبْدِه اٰيٰتٍ
بَيّنٰتٍ لّيُخْرِجَكُمْ
مّنَ الظُّلُمٰتِ
اِلَى النُّوْرِ،
وَ اِنَّ
اللهَ بِكُمْ
لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. الحديد: 9
Dia-lah yang
menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Qur'an) supaya Dia
mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah
benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.
[QS. Al-Hadiid : 9]
اِنَّ هٰذَا
الْقُرْاٰنَ
يَهْدِيْ
لِلَّتِيْ
هِيَ اَقْوَمُ
وَيُبَشّرُ
الْمُؤْمِنِيْنَ
الَّذِيْنَ
يَعْمَلُوْنَ
الصّٰلِحٰتِ اَنَّ
لَهُمْ اَجْرًا
كَبِيْرًا(9) وَ
اَنَّ الَّذِيْنَ
لاَ
يُؤْمِنُوْنَ
بِاْلاٰخِرَةِ
اَعْتَدْنَا
لَهُمْ
عَذَابًا اَلِيْمًا(10) الاسراء: 9-10
Sesungguhnya
Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar
gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi
mereka ada pahala yang besar, (9)
dan
sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami
sediakan bagi mereka adzab yang pedih.(10) [QS. Al-Israa'
: 9-10]
وَ بِالْحَقّ
اَنْزَلْنٰهُ
وَ بِالْحَقّ
نَزَلَ، وَمَآ
اَرْسَلْنٰكَ
اِلاَّ
مُبَشّرًا وَّنَذِيْرًا(105)
وَ قُرْاٰنًا
فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَه
عَلَى النَّاسِ
عَلٰى مُكْثٍ
وَّ نَزَّلْنٰهُ
تَنْزِيْلاً(106) الاسراء: 105-106
Dan
Kami turunkan (Al-Qur'an) itu dengan sebenar-benarnya dan Al-Qur'an itu telah
turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan
sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. (105)
Dan Al-Qur'an
itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya
perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. (106) [QS.
Al-Israa': 105-106]
Hadits-hadits Nabi SAW :
عَنِ
ابْنِ
عَبَّاسٍ
اَنَّ
رَسُوْلَ
اللهِ ص
خَطَبَ
النَّـاسَ
فِى حَجَّةِ
اْلوَدَاعِ،
فَقَالَ: قَدْ
يَئِسَ
الشَّيْطَانُ
اَنْ يُعْبَدَ
بِاَرْضِكُمْ
وَ لٰكِنَّهُ
رَضِيَ اَنْ
يُطَاعَ
فِيْمَا سِوَى
ذٰلِكَ
مِمَّا
تَحَاقَرُوْنَ
مِنْ
اَعْمَالِكُمْ
فَاحْذَرُوْا
يَا اَيُّهَا
النَّاسُ،
اِنّى قَدْ
تَرَكْتُ فِيْكُمْ
مَا اِنِ
اعْتَصَمْتُمْ
بِهِ فَلَنْ
تَضِلُّوْا
اَبَدًا.
كِتَابَ
اللهِ وَ سُنَّةَ
نَبِيّهِ.
اِنَّ كُلَّ
مُسْلِمٍ
اَخُو الْمُسْلِمِ،
اَلْمُسْلِمُوْنَ
اِخْوَةٌ، وَ
لاَ يَحِلُّ
ِلامْرِئٍ
مِنْ مَالِ
اَخِيْهِ
اِلاَّ مَا
اَعْطَاهُ
عَنْ طِيْبِ
نَفْسٍ، وَ
لاَ تَظْلِمُوْا،
وَ لاَ
تَرْجِعُوْا
مِنْ بَعْدِى
كُفَّارًا
يَضْرِبُ
بَعْضُكُمْ
رِقَابَ
بَعْضٍ. الحاكم،
فى المستدرك 1: 171
Dari Ibnu Abbas
bahwasanya Rasulullah SAW pernah berkhutbah kepada orang banyak dikala hajji
wada', beliau bersabda, "Sesungguhnya syaithan telah berputus asa bahwa ia
akan disembah di tanah kalian ini, tetapi ia puas ditha'ati pada selain
demikian, yaitu dari apa-apa yang kalian anggap remeh dari amal perbuatan
kalian. Maka hati-hatilah kalian hai para manusia. Sesungguhnya aku telah
meninggalkan untuk kamu sekalian apa-apa yang jika kamu sekalian berpegang
teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu : Kitab
Allah dan Sunnah Nabi-Nya. Sesungguhnya setiap orang Islam adalah saudaranya
orang Islam. Orang-orang Islam itu adalah saudara, tidak halal seseorang
mengambil harta saudaranya, kecuali apa yang ia berikan dengan senang hati, dan
janganlah kalian berlaku dhalim. Dan sepeninggalku nanti janganlah kalian
kembali menjadi kafir, sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lain”. [HR. Al-Hakim, dalam Al-Mustadrak juz 1, hal. 171
عَنْ
اَبِى
مُوْسَى عَنِ
النَّبِيّ ص
قَالَ: اِنَّمَا
مَثَلِى وَ
مَثَلُ مَا
بَعَثَنِيَ
اللهُ بِهِ
كَمَثَلِ
رَجُلٍ اَتَى
قَوْمًا
فَقَالَ: يَا
قَوْمِ اِنّى
رَأَيْتُ
اْلجَيْشَ
بِعَيْنَيَّ
وَ اِنّى
اَنَا
النَّذِيْرُ
اْلعُرْيَانُ
فَالنَّجَاءَ
فَأَطَاعَهُ
طَائِفَةٌ
مِنْ
قَوْمِهِ
فَاَدْلَجُوْا
فَانْطَلَقُوْا
عَلَى
مَهْلِهِمْ
فَنَجَوْا. وَ
كَذَّبَتْ
طَائِفَةٌ
مِنْهُمْ
فَاَصْبَحُوْا
مَكَانَهُمْ
فَصَبَّحَهُمُ
اْلجَيْشُ فَاَهْلَكَهُمْ
وَ
اجْتَاحَهُمْ.
فَذٰلِكَ
مَثَلُ مَنْ
اَطَاعَنِى
فَاتَّبَعَ مَا
جِئْتُ بِهِ
وَ مَثَلُ مَنْ
عَصَانِيْ وَ
كَذَّبَ
بِمَا جِئْتُ
بِهِ مِنَ
اْلحَقّ. البخارى 8: 140
Dari Abu Musa, dari
Nabi SAW beliau bersabda, "Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan apa
yang aku diutus oleh Allah dengannya adalah seperti seorang laki-laki yang
datang kepada suatu kaum. Lalu laki-laki itu berkata, "Hai kaumku,
sesungguhnya aku telah melihat dengan kedua mataku bahwa ada pasukan (musuh
yang akan menghancurkan kita). Dan aku betul-betul memberikan peringatan
kepadamu, maka mengungsilah kalian agar selamat". Maka segolongan kaum itu
ada yang tha'at, lalu di malam hari itu mereka pergi mengungsi dengan
hati-hati, maka mereka selamat. Dan ada pula segolongan dari kaum itu yang
tidak percaya, mereka tetap ditempatnya, maka diwaktu pagi tentara musuh itu
datang menyerbu mereka, menghancurkan dan memporak-porandakan mereka.
Demikianlah perumpamaan orang yang tha'at kepadaku lalu mau mengikuti apa yang
aku datang dengannya dan perumpamaan orang yang durhaka kepadaku dan
mendustakan apa yang aku datang dengannya berupa Al-Haqq (kebenaran). [HR. Bukhari juz 8, hal. 140]
عَنْ
اَبِى
مُوْسَى عَنِ
النَّبِيّ ص
قَالَ: مَثَلُ
مَا
بَعَثَنِيَ
اللهُ بِهِ
مِنَ اْلهُدَى
وَ اْلعِلْمِ
كَمَثَلِ
اْلغَيْثِ اْلكَثِيْرِ
اَصَابَ
اَرْضًا،
فَكَانَ مِنْهَا
نَقِيَّةٌ
قَبِلَتِ الْمَاءَ
فَاَنْبَتَتِ
اْلكَـَلأَ
وَ اْلعُشْبَ
اْلكَثِيْرَ،
وَ كَانَتْ
مِنْهَا
اَجَادِبُ
اَمْسَكَتِ
الْمَاءَ
فَنَفَعَ
اللهُ بِهَا
النَّاسَ
فَشَرِبُوْا
وَ سَقَوْا وَ
زَرَعُوْا،
وَ اَصَابَ
مِنْهَا
طَائِفَةً
اُخْرَى
اِنَّمَا هِيَ
قِيْعَانٌ
لاَ تُمْسِكُ
مَاءً وَ لاَ
تُنْبِتُ
كَـَلأً.
فَذٰلِكَ
مَثَلُ مَنْ
فَقِهَ فِى
دِيْنِ اللهِ
وَ نَفَعَهُ
مَا
بَعَثَنِيَ
اللهُ بِهِ،
فَعَلِمَ وَ
عَلَّمَ وَ
مَثَلُ مَنْ
لَمْ يَرْفَعْ
بِذٰلِكَ
رَأْسًا وَ
لَمْ يَقْبَلْ
هُدَى اللهِ
الَّذِى
اُرْسِلْتُ
بِهِ. البخارى
1: 28
Dari Abu
Musa, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Perumpamaan apa yang Allah
mengutusku dengannya, yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang
mengenai tanah. Diantara tanah itu ada yang subur yang dapat menerima air, lalu
menumbuhkan rumput dan tumbuh-tumbuhan yang banyak. Dan diantaranya ada pula
tanah yang keras dapat menahan air, (tetapi tidak bisa menumbuhkan
tumbuh-tumbuhan), maka dengannya Allah memberi kemanfa'atan kepada manusia.
Mereka bisa minum, memberi minum ternak dan bertani. Dan air hujan itu mengenai
pula tanah yang lain, yaitu tanah keras dan licin, tidak dapat menahan air dan
tidak dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Demikian itulah perumpamaan orang yang
faham tentang agama Allah dan bermanfa'at baginya apa yang Allah mengutusku
dengannya, ia mengetahui dan mengajarkan (kepada orang lain) dan perumpamaan
orang yang tidak mengangkat kepalanya dan orang yang tidak mau menerima
petunjuk Allah yang aku diutus dengannya". [HR. Bukhari juz 1,hal. 28]
عَنِ
الْحَارِثِ قَالَ:
دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ
فَاِذَا اُنَاسٌ
يَخُوْضُوْنَ
فِي اَحَادِيْثَ
فَدَخَلْتُ عَلَى
عَلِيّ فَقُلْتُ:
اَلاَ تَرَى اَنَّ
اُنَاسًا يَخُوْضُوْنَ
فِي اْلاَحَادِيْثِ
فِي الْمَسْجِدِ؟
فَقَالَ: قَدْ
فَعَلُوْهَا.
قُلْتُ: نَعَمْ.
قَالَ: اَمَا
اِنّي سَمِعْتُ
رَسُوْلَ
اللهِ ص يَقُوْلُ:
سَتَكُوْنُ فِتَنٌ.
قُلْتُ: وَمَا
الْمَخْرَجُ
مِنْهَا؟ قَالَ:
كِتَابُ اللهِ،
كِتَابُ اللهِ
فِيْهِ نَبَأُ
مَا قَبْلَكُمْ
وَ خَبَرُ مَا
بَعْدَكُمْ وَ
حُكْمُ مَا بَيْنَكُمْ.
هُوَ الْفَصْلُ
لَيْسَ بِالْهَزْلِ،
هُوَ الَّذِيْ
مَنْ تَرَكَهُ
مِنْ جَبَّارٍ
قَصَمَهُ
اللهُ. وَ مَنِ
ابْتَغَى الْهُدَى
فِي غَيْرِهِ اَضَلَّهُ
اللهُ. فَهُوَ
حَبْلُ اللهِ
الْمَتِيْنُ.
وَ هُوَ الذّكْرُ
الْحَكِيْمُ.
وَ هُوَ الصّرَاطُ
الْمُسْتَقِيْمُ.
وَ هُوَ الَّذِيْ
لاَ تُزِيْغُ
بِهِ اْلاَهْوَاءُ
وَلاَ تَلْتَبِسُ
بِهِ اْلاَلْسِنَةُ،
وَلاَ يَشْبَعُ
مِنْهُ الْعُلَمَاءُ
وَلاَ يَخْلُقُ
عَنْ كَثْرَةِ
الرَّدّ وَلاَ
تَنْقَضِي عَجَائِبُهُ
وَ هُوَ الَّذِي
لَمْ يَنْتَهِ
الْجِنُّ اِذْ
سَمِعَتْهُ اَنْ
قَالُوْا: اِنَّا
سَمِعْنَا قُرْاٰنًا
عَجَبًا. هُوَ
الَّذِي مَنْ
قَالَ بِهِ صَدَقَ
وَ مَنْ حَكَمَ
بِهِ عَدَلَ وَ
مَنْ عَمِلَ بِهِ
اُجِرَ وَ مَنْ
دَعَا اِلَيْهِ
هَدٰى اِلَى صِرَاطٍ
مُسْتَقِيْمٍ.
خُذْهَا اِلَيْكَ
يَا اَعْوَرُ. الدارمى 2: 435،
رقم: 3183، ضعيف، في
اسناده
مجهولان : ابو
المختار سعد
الطائي وابن اخي
الحارث
Dari Al-Harits, ia berkata : Saya masuk masjid, tiba-tiba di
situ orang-orang sedang membicarakan tentang hadits. Lalu saya datang kepada
'Ali dan berkata, "Apakah kamu tidak tahu bahwa orang-orang di masjid
sedang membicarakan tentang hadits ?". Lalu 'Ali bertanya, "Apakah
mereka benar-benar melakukannya ?". Saya menjawab, "Ya". 'Ali
berkata, "Ketahuilah, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,
"(Di kalangan ummatku) akan terjadi fitnah". Maka aku bertanya,
"Lalu bagaimana jalan keluarnya ?". Beliau bersabda, "Kepada
kitab Allah (Al-Qur'an). Kitab Allah itu di dalamnya ada berita yang terjadi
sebelum kalian dan mengkhabarkan apa-apa yang terjadi sesudah kalian. Hukum apa
yang terjadi diantara kalian. Dia menjelaskan yang benar dan yang salah, dan
bukannya main-main. Dialah Al-Qur'an, yang barangsiapa meninggalkannya karena
kesombongannya, maka Allah pasti membinasakannya. Barangsiapa mencari petunjuk
selainnya, pasti Allah menyesatkannya. Dia adalah tali Allah yang kuat. Dialah
peringatan yang bijaksana. Dia adalah jalan yang lurus, yang tidak bisa
digelincirkan oleh hawa nafsu dan tidak bisa pula dicampuri oleh perkataan manusia. Para ahli ilmu tidak akan
kenyang darinya, tidak akan hancur karena banyaknya penolakan, tidak akan habis
keajaiban-keajaibannya. Dialah yang sekumpulan jinn ketika mendengarnya tidak
henti-hentinya mengucapkan, "Sesungguhnya kami mendengar Al-Qur'an yang
mena'jubkkan" [QS. Al-Jinn : 1] Dialah Al-Qur'an yang barangsiapa berkata
dengannya, ia pasti benar, barangsiapa berhukum dengannya pasti adil,
barangsiapa mengamalkannya pasti mendapat pahala, dan barangsiapa mengajak
kepadanya berarti dia menunjukkan ke jalan yang lurus". (Kemudian 'Ali
berkata kepada Al-Harits), "Hai A'war, maka ambillah perkataan ini". [HR. Darimiy
juz 2, hal. 435, no. 3183, dla'if karena dalam sanadnya ada dua perawi yang majhul,
yaitu : Abul Mukhtar Sa'ad Ath-Thooiy dan Ibnu Akhil Haarits]
Bagikan
Ta'at Kepada Allah dan Rasul-Nya (09)
4/
5
Oleh
Fatima
