Jumat, 03 April 2015

Larangan Taqlid Buta (1)


بِسْــــــــــــــــمِﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Firman Allah SWT :

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِه عِلْمٌ، اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوْلاً. الاسراء: 36

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. [QS. Al-Israa' : 36].

وَ اِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّبِعُوْا مَآ اَنْزَلَ اللهُ قَالُوْا بَلْ نَتَّبِعُ مَآ اَلْفَيْنَا عَلَيْهِ ابَآءَنَا، اَوَلَوْ كَانَ ابَآؤُهُمْ لاَ يَعْقِلُوْنَ شَيْئًا وَّلاَ يَهْتَدُوْنَ. البقرة: 170

Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?". [QS.Al-Baqarah : 170]

وَ اِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا اِلَى مَآ اَنْزَلَ اللهُ وَ اِلى الرَّسُوْلِ قَالُوْا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ابَآءَنَا، اَوَلَوْ كَانَ ابَآؤُهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ شَيْئًا وَّلاَ يَهْتَدُوْنَ. المائدة: 104

Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?. [QS. Al-Maaidah : 104]

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْآ اَطِيْعُوا اللهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِي اْلاَمْرِ مِنْكُمْ، فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلاخِرِ، ذلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلاً. النساء: 59

Hai orang-orang yang beriman, tha'atilah Allah dan tha'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [QS. An-Nisaa' : 59]

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْآ اَطِيْعُوا اللهَ وَرَسُوْلَه وَلاَ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَاَنْتُمْ تَسْمَعُوْنَ. الانفال: 20

Hai orang-orang yang beriman, tha'atlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya), [QS. Al-Anfaal : 20]

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَاللهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(31) قُلْ اَطِيْعُوا اللهَ وَالرَّسُوْلَ، فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْكفِرِيْنَ(32) ال عمران: 31-32

Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (31) Katakanlah, "Tha'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". (32) [QS. Ali 'Imraan : 31-32]

وَاَطِيْعُوا اللهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاحْذَرُوْا، فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْآ اَنَّمَا عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلغُ الْمُبِيْنُ. المائدة: 92

Dan tha'atlah kamu kepada Allah dan tha'atlah kamu kepada Rasul (Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. [QS. Al-Maaidah : 92]

وَمَآ اتيكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نـَهيكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا وَاتَّقُوا اللهَ، اِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ. الحشر: 7

Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. [QS. Al-Hasyr : 7]

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَالْيَوْمَ اْلاخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا. الاحزاب: 21

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari qiyamat dan dia banyak menyebut Allah. [QS. Al-Ahzaab : 21]

وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلاَّ لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللهِ. النساء: 64

Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. [QS. An-Nisaa' : 64]

Dari ayat-ayat tersebut bisa kita ketahui bahwa kaum muslimin diperintahkan agar tha'at kepada Allah dan Rasul-Nya atau dalam beragama ini berpegang kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah, karena hanya Allah dan Rasul-Nya itulah yang dijamin pasti benar, sedangkan yang lain tidak dijamin kebenarannya. Di dalam hadits juga disebutkan sebagai berikut :

اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: تَرَكْتُ فِيْكُمْ اَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا مَسَكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ نَبِيّهِ. مالك، فى الموطأ 2: 899

Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Kutinggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat apabila kalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya". [HR. Malik dalam Al-Muwaththa� juz 2, hal. 899]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ اُمَّتِى يَدْخُلُوْنَ اْلجَنَّةَ اِلاَّ مَنْ اَبَى. قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَ مَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: مَنْ اَطَاعَنِى دَخَلَ اْلجَنَّةَ وَ مَنْ عَصَانِى فَقَدْ اَبَى. البخارى 8: 139

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Semua ummatku kelak akan masuk surga, kecuali orang yang tidak mau". Para shahabat bertanya, "Ya Rasulullah siapa orang yang tidak mau (masuk surga) itu ?". Beliau SAW bersabda, "Barangsiapa yang tha'at kepadaku, niscaya ia masuk surga dan barangsiapa yang bermakshiyat kepadaku, berarti ia ttidak mau (masuk surga)". [HR. Bukhari juz 8, hal. 139]

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

Bagikan

Jangan lewatkan

Larangan Taqlid Buta (1)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.