Minggu, 20 Desember 2015

Shalat Sunnah (2)


B. Shalat sunnah rawatib yang tidak muakkadah
1.  Dua rakaat sebelum shalat Maghrib :
عَنْ عَبْدِ اللهِ اْلمُزَنِيّ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: صَلُّوْا قَبْلَ صَلاَةِ اْلمَغْرِبِ. قَالَ فِى الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ، كَرَاهِيَةً اَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً. البخارى 2: 54
Dari Abdullah (bin Mughoffal) Al Muzaniy, dari Nabi SAW, beliau bersabda, Shalatlah Qabliyah Maghrib. Dan beliau bersabda yang ketiga kalinya, Bagi siapa yang mau. Karena beliau tidak suka orang menjadikannya suatu keharusan. [HSR. Bukhari juz 2, hal. 54]
Anas bin Malik berkata :
وَ كُنَّا نُصَلّى عَلَى عَهْدِ النَّبِيّ ص رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ غُرُوْبِ الشَّمْسِ قَبْلَ صَلاَةِ اْلمَغْرِبِ. فَقُلْتُ لَهُ. اَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص صَلاَّهُمَا؟ قَالَ: كَانَ يَرَانَا نُصَلّيْهِمَا فَلَمْ يَأْمُرْنَا وَ لَمْ يَنْهَنَا. مسلم 1: 573
Dahulu di zaman Nabi SAW, kami shalat dua rakaat setelah matahari tenggelam sebelum shalat Maghrib. Lalu aku (Mukhtar bin Fulful) bertanya kepadanya, Apakah Rasulullah SAW melakukan shalat itu ?. (Anas) menjawab, Beliau melihat kami melakukan shalat itu, dan beliau tidak menyuruh kami dan tidak pula melarang". [HR. Muslim juz 1, hal. 573]
2.  Dua rakaat sesudah (Ba'diyah) Dhuhur :
عَنْ عَنْبَسَةَ بْنِ اَبِى سُفْيَانَ قَالَ: سَمِعْتُ اُخْتِى اُمَّ حَبِيْبَةَ زَوْجَ النَّبِيّ ص تَقُوْلُ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَنْ حَافَظَ عَلَى اَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَ اَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللهُ عَلَى النَّارِ. الترمذى 1: 269
Dari Anbasah bin Abu Sufyan, ia berkata, aku mendengar saudara perempuanku Ummu Habibah istri Nabi SAW, berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa tetap mengerjakan empat rakaat sebelum Dhuhur dan empat rakaat sesudah Dhuhur, niscaya Allah mengharamkan dia masuk neraka. [HR. Tirmidzi juz 1, hal. 269]
Keterangan :
Shalat sunnah sesudah Dhuhur (Ba'diyah Dhuhur) itu empat rakaat, dua rakaat Muakkadah dan dua rakaat yang lain tidak Muakkadah.
3. Shalat sunnah sebelum Ashar
عَنْ عَلِيّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ يُصَلّى قَبْلَ اْلعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ. ابو داود 2: 23، رقم: 1272
Dari Ali AS, bahwasanya dahulu Nabi SAW shalat dua rakaat sebelum shalat Ashar. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 23, no. 1272]
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: رَحِمَ اللهُ امْرَأً صَلَّى اَرْبَعًا قَبْلَ اْلعَصْرِ. احمد و ابو داود و الترمذى و حسنه و ابن خزيمة و صححه، فى بلوغ المرام 382
Dari Ibnu Umar RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Semoga Allah merahmati orang yang mengerjakan shalat sunnah empat rakaat sebelum Ashar. [HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan ia menghasankannya, dan Ibnu Khuzaimah, dan ia menshahihkannya, dalam Bulughul Maram no. 382]
Keterangan :
Hadits tentang shalat sunnah qabliyah Ashar empat rakaat ini ada ulama yang menganggap hasan atau mengesahkannya. Namun ada pula yang melemahkannya. Bahkan Ibnu Taimiyah menolaknya dengan keras dan menganggap hadits itu maudlu, walloohu alam. [Zaadul Maaad juz 1, hal. 311]
4.  Shalat sunnah sesudah Ashar :
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: وَ الَّذِيْ ذَهَبَ بِهِ مَا تَرَكَهُمَا حَتَّى لَقِيَ اللهَ وَ مَا لَقِيَ اللهَ تَعَالَى حَتَّى ثَقُلَ عَنِ الصَّلاَةِ. وَ كَانَ يُصَلّى كَثِيْرًا مِنْ صَلاَتِهِ قَاعِدًا تَعْنِي الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ اْلعَصْرِ. وَ كَانَ النَّبِيُّ ص يُصَلّيْهِمَا وَ لاَ يُصَلّيْهِمَا فِى اْلمَسْجِدِ مَخَافَةَ اَنْ يُثَقّلَ عَلَى اُمَّتِهِ. وَ كَانَ يُحِبُّ مَا يُخَفّفُ عَنْهُمْ. البخارى 1: 146
Dari Aisyah RA, ia berkata, Demi Allah, beliau tidak pernah meninggalkan shalat 2 rakaat sehingga beliau bertemu dengan Allah dan beliau tidak bertemu dengan Allah Taala sehingga beliau terasa berat melakukan shalat. Dan beliau sering melakukan shalatnya dengan duduk, yakni shalat 2 rakaat sesudah Ashar, dan Nabi SAW biasa mengerjakan shalat 2 rakaat sesudah Ashar itu tidak di dalam masjid, karena takut akan memberatkan ummatnya dan beliau senang terhadap sesuatu yang membuat ringan bagi ummatnya. [HR. Bukhari 1 : 146]
عَنْ اُمّ سَلَمَةَ، صَلَّى النَّبِيُّ ص بَعْدَ اْلعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ وَ قَالَ: شَغَلَنِى نَاسٌ مِنْ عَبْدِ اْلقَيْسِ عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ. البخارر 1: 146
Dari Ummu Salamah RA, ia berkata : Nabi SAW pernah shalat dua rakaat sesudah Ashar, lalu beliau bersabda, Orang-orang dari suku Abdul Qais telah menyibukkan aku dari shalat dua rakaat sesudah Dhuhur. [HR. Bukhari 1 : 146]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص نَهَى عَنِ الصَّلاَةِ بَعْدَ اْلعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ وَ عَنِ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ. مسلم 1: 566، البخارى 1: 146
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW melarang shalat bada Ashar sehingga terbenam matahari, dan melarang shalat bada Shubuh sehingga terbit matahari. [HR. Muslim 1 : 566, Bukhari 1 : 146]
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: مَا تَرَكَ رَسُوْلُ اللهِ ص رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ اْلعَصْرِ عِنْدِى قَطُّ. مسلم 1: 572، البخارى 1: 146
Dari Aisyah, ia berkata, Disisiku Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah meninggalkan (shalat) dua rakaat sesudah Ashar. [HR. Muslim 1 : 572, Bukhari 1 : 146]

Keterangan :
1.  Ibnu Abbas, Abdur Rahman bin Azhar dan Miswar bin Makhromah pernah menyuruh Kuraib (bekas budak Ibnu Abbas) untuk datang kepada Aisyah menanyakan tentang dua rakaat sesudah shalat Ashar, karena mereka itu pernah mendengar bahwa Rasulullah SAW melarang untuk melakukannya. Setelah Kuraib datang kepada Aisyah, kemudian Aisyah mengarahkan supaya ia menanyakan kepada Ummu Salamah.
     Ummu Salamah menjawab, Aku pernah mendengar Nabi SAW melarangnya, kemudian aku melihat beliau mengerjakannya. Kemudian aku menyuruh seorang jariyah untuk menanyakan hal tersebut kepada Nabi SAW. Kemudian jawab Nabi SAW, Tadi beberapa orang kaum Abdul Qais datang kepadaku membicarakan tentang kaumnya yang masuk Islam, sehingga mereka menyibukkanku dari mengerjakan dua rakaat sesudah Dhuhur. Dan (dua rakaat) yang saya lakukan sesudah Ashar ini adalah (gantinya) dua rakaat sesudah Dhuhur itu. [Ringkasan hadits riwayat Muslim 1 : 571]
2.  Aisyah berkata, Disisiku Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah meninggalkan dua rakaat sesudah Ashar. [HR. Muslim juz 1, hal. 572, Bukhari juz 1, hal. 146]
Kesimpulan :
a.  Nabi SAW pernah melarang shalat sesudah shalat Ashar.
b.  Nabi SAW mengerjakan dua rakaat sesudah Ashar pada mulanya sebagai ganti dua rakaat sesudah Dhuhur yang tidak sempat beliau kerjakan, kemudian shalat dua rakaat sesudah Ashar tersebut menjadi kebiasaan beliau yang tidak pernah beliau tinggalkan.


Bagikan

Jangan lewatkan

Shalat Sunnah (2)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.