
12. Tha'at
kepada Rasulullah SAW berarti tha'at kepada Allah
Dari Abu
Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda,
عَنْ
اَبِي
هُرَيْرَةَ
عَنِ
النَّبِيّ ص
قَالَ: دَعُوْنِي
مَا
تَرَكْتُكُمْ،
اِنَّمَا
هَلَكَ مَنْ
كَانَ
قَبْلَكُمْ
بِسُؤَالِهِمْ
وَاخْتِلَافِهِمْ
عَلَى اَنْبِيَائِهِمْ،
فَاِذَا
نَهَيْتُكُمْ
عَنْ شَيْءٍ
فَاجْتَنِبُوْهُ،
وَ اِذَا اَمَرْتُكُمْ
بِأَمْرٍ
فَأْتُوْا
مِنْهُ مَا
اسْتَطَعْتُمْ.
البخارى 8: 142
Dari Abu
Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Biarkanlah aku dengan apa yang
aku tinggalkan kepada kalian. Sesungguhnya telah binasa orang-orang sebelum
kalian disebabkan dengan pertanyaan mereka, lalu mereka menyelisihi nabi-nabi
mereka. Maka apabila aku melarang kalian dari sesuatu, tinggalkanlah ia, dan
apabila aku perintahkan kalian dengan sesuatu, laksanakanlah semaksimal
kalian". [HR. Bukhari juz 8 : 142]
كَانَ اَبُوْ
هُرَيْرَةَ
يُحَدِّثُ اَنَّهُ
سَمِعَ رَسُوْلَ
اللهِ ص يَقُوْلُ:
مَا
نَهَيْتُكُمْ
عَنْهُ
فَاجْتَنِبُوْهُ
وَمَا اَمَرْتُكُمْ
بِهِ
فَافْعَلُوْا
مِنْهُ مَا
اسْتَطَعْتُمْ،
فَاِنَّمَا اَهْلَكَ
الَّذِيْنَ
مِنْ
قَبْلِكُمْ
كَثْرَةُ
مَسَائِلِهِمْ
وَاخْتِلَافُهُمْ
عَلَى اَنْبِيَائِهِمْ. مسلم 4: 1830
Dahulu Abu
Hurairah menceritakan bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda,
"Apa-apa yang aku melarang kalian melakukannya, maka jauhilah hal itu. Dan
apa-apa yang aku perintahkan kepada kalian melakukannya, maka laksanakanlah
semaksimal kalian. Karena yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah
banyaknya pertanyaan mereka, lalu mereka menyelisihi nabi-nabi mereka". [HR. Muslim
juz 4, hal.1830]
عَنْ
اَبِي
هُرَيْرَةَ
قَالَ: قَالَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص: اُتْرُكُوْنِي
مَا
تَرَكْتُكُمْ،
فَاِذَا
حَدَّثْتُكُمْ
فَخُذُوْا
عَنِّي، فَاِنَّمَا
هَلَكَ مَنْ
كَانَ
قَبْلَكُمْ
بِكَثْرَةِ
سُؤَالِهِمْ
وَاخْتِلَافِهِمْ
عَلَى اَنْبِيَائِهِمْ.
الترمذى 4: 152،
رقم: 2820، و قال:
هذا حديث حسن
صحيح
Dari Abu
Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Biarkanlah aku dengan apa
yang aku tinggalkan pada kamu sekalian. Apabila aku ceritakan kepada kamu
sekalian (tentang sesuatu), maka ambillah dariku. Sesungguhnya telah binasa
orang-orang sebelum kalian disebabkan mereka banyak bertanya (hal-hal yang
tidak perlu ditanyakan), lalu mereka menyelisihi nabi-nabi mereka. [HR.Tirmidzi
juz 4, hal. 152, no. 2820, ia berkata : Ini hadits hasan shahih]
عَنِ ابْنِ
شِهَابٍ اَخْبَرَنِى
اَنَسُ بْنُ
مَالِكٍ اَنَّ
رَسُوْلَ
اللهِ ص
خَرَجَ حِيْنَ
زَاغَتِ
الشَّمْسُ
فَصَلَّى
لَهُمْ صَلَاةَ
الظُّهْرِ.
فَلَمَّا
سَلَّمَ
قَامَ عَلَى
الْمِنْبَرِ،
فَذَكَرَ
السَّاعَةَ،
وَذَكَرَ اَنَّ
قَبْلَهَا اُمُوْرًا
عِظَامًا،
ثُمَّ قَالَ:
مَنْ اَحَبَّ اَنْ
يَسْأَلَنِى
عَنْ شَىْءٍ
فَلْيَسْأَلْنِى
عَنْهُ،
فَوَاللهِ لَا
تَسْأَلُوْنَنِى
عَنْ شَىْءٍ اِلَّا
اَخْبَرْتُكُمْ
بِهِ مَا
دُمْتُ فِى
مَقَامِى
هٰذَا. قَالَ اَنَسُ
بْنُ مَالِكٍ:
فَاَكْثَرَ
النَّاسُ
الْبُكَاءَ
حِيْنَ
سَمِعُوْا
ذٰلِكَ مِنْ
رَسُوْلِ
اللهِ ص وَ اَكْثَرَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص اَنْ
يَقُوْلَ:
سَلُوْنِى.
فَقَامَ
عَبْدُ اللهِ
بْنُ
حُذَافَةَ فَقَالَ:
مَنْ اَبِى
يَا رَسُوْلَ
اللهِ؟ قَالَ:
اَبُوْكَ
حُذَافَةُ.
فَلَمَّا اَكْثَرَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص مِنْ اَنْ
يَقُوْلَ:
سَلُوْنِى.
بَرَكَ عُمَرُ
فَقَالَ:
رَضِيْنَا
بِاللهِ
رَبًّا وَ بِاْلاِسْلَامِ
دِيْنًا وَ بِمُحَمَّدٍ
رَّسُوْلًا.
قَالَ:
فَسَكَتَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص حِيْنَ
قَالَ عُمَرُ
ذٰلِكَ،
ثُمَّ قَالَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص: اَوْلَى،
وَالَّذِى
نَفْسُ
مُحَمَّدٍ
بِيَدِهِ لَقَدْ
عُرِضَتْ
عَلَىَّ
الْجَنَّةُ
وَ النَّارُ اٰنِفًا
فِى عُرْضِ
هٰذَا
الْحَائِطِ
فَلَمْ اَرَ
كَالْيَوْمِ
فِى
الْخَيْرِ وَ الشَّرِّ. مسلم 4: 1832
Dari Ibnu
Syihab, ia berkata : Anas bin Malik telah mengkhabarkan kepadaku bahwasanya
Rasulullah SAW keluar pada waktu matahari telah condong, kemudian beliau shalat
Dhuhur bersama para shahabat.Setelah salam, lalu beliau berdiri di mimbar. Beliau
menerangkan tentang hari qiyamat dan menerangkan pula perkara-perkara yang
besar yang terjadi menjelang datangnya hari qiyamat. Kemudian beliau bersabda,
"Siapa yang ingin menanyakan tentang sesuatu kepadaku, silahkan bertanya.
Demi Allah, tidaklah kalian menanyakan sesuatu kepadaku melainkan aku akan
memberitahukan hal itu kepada kalian, selama aku masih di tempat ini".
Anas berkata, "Ketika para shahabat mendengar hal itu dari Rasulullah SAW,
banyak dari mereka yang menangis. Rasulullah SAW berulang-ulang mengatakan,
"Bertanyalah kalian kepadaku". Lalu Abdullah bin Hudzaafah berdiri
dan bertanya, "Ya Rasulullah, siapa ayah saya ?". Beliau menjawab,
"Ayahmu adalah Hudzaafah". Setelah Rasulullah SAW berulang-ulang
mengatakan, "Bertanyalah kalian kepadaku", lalu 'Umar berdiri pada
lututnya dan berkata, "Kami ridla Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai
agama kami dan Muhammad sebagai Rasul". Anas berkata : Setelah 'Umar
mengatakan demikian itu, lalu Rasulullah SAW diam. Kemudian Rasulullah SAW
bersabda, "Telah dekat (datangnya hari qiyamat). Demi Tuhan yang jiwa
Muhammad di tangan-Nya, sungguh tadi surga dan neraka telah diperlihatkan
kepadaku di dekat dinding ini, maka aku tidak melihat tentang kebaikan maupun
keburukan seperti pada hari ini. [HR.Muslim juz 4, hal. 1832]
عَنْ اَبِى
بُرْدَةَ
عَنْ اَبِى
مُوْسَى
قَالَ: سُئِلَ
النَّبِىُّ ص
عَنْ اَشْيَاءَ
كَرِهَهَا،
فَلَمَّا اُكْثِرَ
عَلَيْهِ
غَضِبَ،
ثُمَّ قَالَ
لِلنَّاسِ:
سَلُوْنِى
عَمَّ
شِئْتُمْ.
فَقَالَ
رَجُلٌ: مَنْ اَبِى؟
قَالَ: اَبُوْكَ
حُذَافَةُ.
فَقَامَ
آخَرُ،
فَقَالَ: مَنْ
اَبِى يَا
رَسُوْلَ
اللهِ؟ قَالَ:
اَبُوْكَ
سَالِمٌ
مَوْلَى
شَيْبَةَ.
فَلَمَّا رَأَى
عُمَرُ مَا
فِى وَجْهِ
رَسُوْلِ
اللهِ ص مِنَ
الْغَضَبِ،
قَالَ: يَا
رَسُوْلَ
اللهِ، اِنَّا
نَتُوْبُ اِلَى
اللهِ. مسلم 4: 1834
Dari Abu Burdah,
dari Abu Musa, ia berkata : Nabi SAW pernah ditanya tentang hal-hal yang
membuat beliau tidak suka. Setelah banyak ditanyakan kepada beliau (hal-hal
yang tidak perlu ditanyakan), lalu beliau marah. Lalu beliau bersabda kepada
yang hadir, "Tanyakanlah kepadaku apa yang kalian kehendaki !". Lalu
ada seorang laki-laki bertanya, "Ya Rasulullah, siapakah ayah saya
?". Beliau menjawab, "Ayahmu adalah Hudzaafah". Ada yang lain
lagi bertanya, "Ya Rasulullah, siapakah ayah saya ?". Beliau
menjawab, "Ayahmu adalah Saalim maula Syaibah". Setelah 'Umar melihat
wajah Rasulullah berubah karena marah, 'Umar berkata, "Ya Rasulullah,
sesungguhnya kami bertaubat kepada Allah". [HR. Muslim juz
4, hal. 1834]
عَنْ مُوْسَى
بْنِ اَنَسٍ
قَالَ:
سَمِعْتُ اَنَسَ
بْنَ مَالِكٍ
يَقُوْلُ:
قَالَ رَجُلٌ:
يَا رَسُوْلَ اللهِ
مَنْ اَبِى؟
قَالَ: اَبُوْكَ
فُلَانٌ. وَ نَزَلَتْ: يٰۤاَيُّهَا
الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا
لَا تَسْئَلُوْا
عَنْ
اَشْيَآءَ
اِنْ تُبْدَ
لَكُمْ
تَسُؤْكُمْ
تَمَامَ
اْلآيَةِ. مسلم 4: 1832
Dari Musa bin
Anas, ia berkata : Saya mendengar Anas bin Malik berkata : Ada seorang
laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, siapa ayah saya
?". Beliau bersabda, "Ayahmu adalah Fulan". Lalu turunlah ayat
(yang artinya), "Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan
kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al-Qur'an
itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah memaafkan
(kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun". (Al-Maaidah : 101). [HR. Muslim juz
4, hal. 1832]
عَنْ
عَامِرِ بْنِ
سَعْدٍ عَنْ اَبِيْهِ
قَالَ: قَالَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص: اِنَّ
اَعْظَمَ
الْمُسْلِمِيْنَ
فِى
الْمُسْلِمِيْنَ
جُرْمًا مَنْ
سَأَلَ عَنْ
شَىْءٍ لَمْ
يُحَرَّمْ
عَلَى
الْمُسْلِمِيْنَ
فَحُرِّمَ
عَلَيْهِمْ
مِنْ اَجْلِ
مَسْأَلَتِهِ.
مسلم 4: 1831
Dari 'Aamir bin
Sa'd, dari ayahnya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya
sebesar-besar dosa orang Islam terhadap kaum muslimin adalah orang yang
menanyakan tentang sesuatu yang tidak diharamkan kepada kaum muslimin, lalu hal
itu menjadi diharamkan kepada mereka dikarenakan adanya pertanyaan itu". [HR. Muslim juz
4, hal. 1831]
عَنْ
عُبَيْدِ
اللهِ بْنِ اَبِى
رَافِعٍ عَنْ اَبِيْهِ
عَنِ
النَّبِىِّ ص
قَالَ:
لَا اُلْفِيَنَّ
اَحَدَكُمْ
مُتَّكِئًا
عَلَى اَرِيْكَتِهِ
يَأْتِيْهِ اْلاَمْرُ
مِنْ اَمْرِى
مِمَّا اَمَرْتُ
بِهِ اَوْ
نَهَيْتُ
عَنْهُ
فَيَقُوْلُ: لَا
نَدْرِى، مَا
وَجَدْنَا
فِى كِتَابِ
اللهِ
اتَّبَعْنَاهُ. ابو داود: 4:
200، رقم: 4605
Dari 'Ubaidillah
bin Abu Raafi', dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Jangan
sampai sekali-kali aku mendapati seseorang diantara kalian enak-enak duduk
bersandar di atas tempat duduknya, lalu datang satu perkara dari urusanku
apa-apa yang aku perintahkan ataupun yang aku larang, lalu mereka berkata,
"Kami tidak tahu hal itu, apa yang kami dapati di dalam Kitab Allah
(Al-Qur'an), itulah yang kami ikuti" ". [HR. Abu Dawud
juz 4, hal. 200, no. 4605]
عَنْ عُبَيْدِ
اللهِ بْنِ اَبِي
رَافِعٍ عَنْ اَبِيْهِ
اَنَّ رَسُوْلَ
اللهِ ص قَالَ:
لَا اَلْفِيَنَّ
اَحَدَكُمْ مُتَّكِئًا
عَلَى اَرِيْكَتِهِ،
يَأْتِيْهِ اْلاَمْرُ
مِمَّا اُمِرْتُ
بِهِ اَوْ نَهَيْتُ
عَنْهُ فَيَقُوْلُ:
لَا اَدْرِيْ،
مَا وَجَدْنَا
فِي كِتَابِ
اللهِ اِتَّبَعْنَاهُ. ابن ماجه 1: 6،
رقم: 13
Dari 'Ubaidillah
bin Abu Raafi', dari ayahnya, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Jangan
sampai aku mendapati seseorang diantara kalian duduk enak-enak bersandar di
tempat duduknya, kemudian ketika datang suatu perkara dari apa-apa yang aku
perintahkan dengannya atau aku melarang darinya, lalu ia mengatakan, "Aku
tidak tahu, apa yang kami dapati di dalam Kitab Allah, kami mengikutinya". [HR .Ibnu
Majah juz 1, hal. 6, no. 13]
عَنِ الْمِقْدَامِ
بْنِ مَعْدِيْكَرِبَ
اْلكِنْدِي اَنَّ
رَسُوْلَ
اللهِ ص قَالَ:
يُوْشِكُ الرَّجُلُ
مُتَّكِئًا عَلَى
اَرِيْكَتِهِ
يُحَدَّثُ بِحَدِيْثٍ
مِنْ حَدِيْثِيْ
فَيَقُوْلُ: بَيْنَنَا
وَ بَيْنَكُمْ
كِتَابُ اللهِ
عَزَّ وَ جَلَّ.
فَمَا وَجَدْنَا
فِيْهِ مِنْ حَلَالٍ
اِسْتَحْلَلْنَاهُ.
وَ مَا وَجَدْنَا
فِيْهِ مِنْ حَرَامٍ
حَرَّمْنَاهُ.
اَلَا وَ اِنَّ
مَا حَرَّمَ رَسُوْلُ
اللهِ ص مِثْلُ
مَا حَرَّمَ
اللهُ. ابن
ماجه 1: 6، رقم: 12
Dari Al-Miqdam
bin Ma'dikarib Al-Kindiy, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,
"Hampir-hampir ada orang yang duduk enak-enak bersandar di tempat
duduknya, lalu ketika diceritakan sebuah hadits dariku, maka dia berkata,
"Diantara kami dan kalian ada Kitabullah 'Azza wa jalla. Maka apa yang
kita dapati di dalamnya dari yang halal, kita menghalalkannya. Dan apa yang kita
dapati di dalamnya haram, kita mengharamkannya". Ketahuilah, sesungguhnya
apa yang diharamkan oleh Rasulullah SAW adalah seperti apa yang diharamkan oleh
Allah". [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 6,no. 12]
عَنْ
عُرْوَةَ
بْنِ
الزُّبَيْرِ اَنَّ
عَبْدَ اللهِ
بْنَ الزُّبَيْرِ
حَدَّثَهُ اَنَّ
رَجُلًا مِنَ
اْلاَنْصَارِ
خَاصَمَ
الزُّبَيْرَ
عِنْدَ رَسُوْلِ
اللهِ ص فِى
شِرَاجِ
الْحَرَّةِ
الَّتِى يَسْقُوْنَ
بِهَا
النَّخْلَ.
فَقَالَ اْلاَنْصَارِىُّ:
سَرِّحِ
الْمَاءَ
يَمُرُّ. فَاَبَى
عَلَيْهِمْ.
فَاخْتَصَمُوْا
عِنْدَ رَسُوْلِ
اللهِ ص.
فَقَالَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص
لِلزُّبَيْرِ:
اِسْقِ يَا
زُبَيْرُ،
ثُمَّ اَرْسِلِ
الْمَاءَ اِلَى
جَارِكَ.
فَغَضِبَ اْلاَنْصَارِىُّ
فَقَالَ: يَا
رَسُوْلَ
اللهِ، اَنْ
كَانَ ابْنَ
عَمَّتِكَ؟
فَتَلَوَّنَ
وَجْهُ
نَبِىِّ
اللهِ ص،
ثُمَّ قَالَ:
يَا زُبَيْرُ،
اِسْقِ،
ثُمَّ
احْبِسِ
الْمَاءَ
حَتَّى
يَرْجِعَ اِلَى
الْجَدْرِ. فَقَالَ
الزُّبَيْرُ:
وَ اللهِ اِنِّى
لَاَحْسِبُ
هٰذِهِ اْلاٰيَةَ
نَزَلَتْ فِى
ذٰلِكَ: فَلَا
وَرَبِّكَ
لَا
يُؤْمِنُوْنَ
حَتّٰى
يُحَكِّمُوْكَ
فِيْمَا
شَجَرَ
بَيْنَهُمْ
ثُمَّ لَا
يَجِدُوْا
فِى اَنْفُسِهِمْ
حَرَجًا.
مسلم 4: 1829
Dari 'Urwah bin
Zubair, bahwasanya 'Abdullah bin Zubair menceritakan kepadanya, bahwasanya
dahulu ada seorang laki-laki dari kaum Anshar bertengkar dengan Zubair di dekat
Rasulullah SAW, dia mempermasalahkan tentang aliran air yang orang-orang biasa
menggunakannya untuk mengairi kebun kurma mereka. Orang Anshar itu berkata,
"Alirkanlah air terus-menerus!". Tetapi Zubair tidak mau, lalu mereka
bertengkar di sisi Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW bersabda kepada Zubair,
"Hai Zubair, airilah (kebunmu) dulu, kemudian alirkanlah air itu ke
tetanggamu". Lalu orang Anshar itu marah dan berkata, "Ya Rasulullah,
engkau berbuat begitu karena dia itu anak bibimu ?". Maka berubahlah wajah
Nabiyullah SAW (karena orang Anshar itu telah berbuat tidak sopan). Kemudian
beliau bersabda, "Hai Zubair, airilah kebunmu, kemudian tahanlah air itu
biar kembali ke pangkalnya". Kemudian Zubair berkata, "Demi Allah,
sungguh aku yaqin bahwa ayat ini turun berkenaan dengan hal itu, yaitu ayat
yang berbunyi, "Falaa wa robbika
laa yu'minuuna hattaa yuhakkimuuka fiimaa syajaro bainahum tsumma laa yajiduu
fii anfusihim harojan". (Maka demi Tuhanmu,
mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim
dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan
dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan) (An-Nisaa' : 65). [HR. Muslim juz 4, hal. 1829]
عَنْ
رَافِعِ بْنِ
خَدِيْجٍ
قَالَ: قَدِمَ
نَبِىُّ
اللهِ ص
الْمَدِيْنَةَ
وَ هُمْ
يَأْبُرُوْنَ
النَّخْلَ
يَقُوْلُوْنَ
يُلَقِّحُوْنَ
النَّخْلَ،
فَقَالَ: مَا
تَصْنَعُوْنَ؟.
قَالُوْا:
كُنَّا
نَصْنَعُهُ.
قَالَ:
لَعَلَّكُمْ
لَوْ لَمْ
تَفْعَلُوا
كَانَ خَيْرًا.
فَتَرَكُوْهُ.
فَنَفَضَتْ اَوْ
فَنَقَصَتْ.
قَالَ:
فَذَكَرُوْا
ذٰلِكَ لَهُ،
فَقَالَ: اِنَّمَا
اَنَا بَشَرٌ،
اِذَا اَمَرْتُكُمْ
بِشَىْءٍ
مِنْ دِيْنِكُمْ
فَخُذُوْا
بِهِ، وَ اِذَا
اَمَرْتُكُمْ
بِشَىْءٍ
مِنْ رَأْىٍ
فَاِنَّمَا اَنَا
بَشَرٌ.
مسلم 4: 1835
Dari Raafi' bin
Khadiij, ia berkata : Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, pada waktu itu
beliau mendapati para petani kurma sedang mengawinkan pohon kurma, yaitu dengan
memasukkan bunga jantan pada bunga betina. Maka beliau SAW bertanya, "Apa
yang kalian lakukan itu ?". Mereka menjawab, "Kami mengawinkan pohon
kurma". Rasulullah SAW bersabda, "Meskipun tidak kalian lakukan begitu,
barangkali hasilnyapun baik". Lalu para petani kurma itu tidak mengawinkan
pohon kurma lagi. Ternyata hasilnya menurun atau berkurang. Raafi' bin Khadiij
berkata : Kemudian mereka melaporkan hal itu kepada beliau. Maka Rasulullah SAW
bersabda, "Sesungguhnya aku adalah manusia biasa. Apabila aku perintahkan
kepada kalian dengan sesuatu dari urusan agama kalian, maka ambillah dia. Dan
apabila aku perintahkan kalian dengan sesuatu dari pendapatku (tentang urusan
keduniaan), maka sesungguhnya aku adalah manusia biasa". [HR. Muslim
juz 4, hal. 1835]Bagikan
Ta'at Kepada Allah dan Rasul-Nya (11)
4/
5
Oleh
Fatima
