
13. Bahaya Bid'ah
Rasulullah SAW bersabda,
عَنْ
جَابِرِ بْنِ
عَبْدِ اللهِ
قَالَ: قَالَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص:
اِنَّ
اَصْدَقَ
اْلحَدِيْثِ
كِتَابُ
اللهِ وَ
اَحْسَنَ
اْلهَدْيِ
هَدْيُ مُحَمَّدٍ
وَ شَرُّ
اْلاُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا
وَ كُلُّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ وَ
كُلُّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةٌ وَ
كُلُّ
ضَلاَلَةٍ
فِي النَّارِ.
النسائى 3: 188
Dari Jabir bin ‘Abdullah, ia
berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sebenar-benar perkataan ialah
Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk ialah petunjuk Muhammad, dan
sejelek-jelek perkara itu yang diada-adakan, dan tiap-tiap yang diada-adakan
itu bid’ah, dan tiap-tiap bid’ah itu sesat, dan tiap-tiap kesesatan itu di
neraka”. [HR. Nasai juz 3, hal. 188]
عَنْ
جَابِرِ بْنِ
عَبْدِ اللهِ
قَالَ: كَانَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص
يَقُوْلُ:
اَمَّا
بَعْدُ فَاِنَّ
خَيْرَ
اْلحَدِيْثِ
كِتَابُ اللهِ
وَ خَيْرُ
اْلهُدَى
هُدَى
مُحَمَّدٍ وَ
شَرُّ
اْلاُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا
وَ كُلُّ بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةٌ. مسلم 2: 592
Dari Jabir bin ‘Abdullah, ia
berkata : Dahulu Rasulullah SAW bersabda, “Adapun sesudah itu, sesungguhnya
sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah
petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan, dan
setiap bid’ah adalah sesat. [HR. Muslim juz 2, hal. 592]
عَنْ
عَبْدِ اللهِ
بْنِ
مَسْعُوْدٍ
اَنَّ رَسُوْلَ
اللهِ ص
قَالَ:
اِنَّمَا
هُمَا اثْنَتَانِ
اْلكَلاَمُ
وَ اْلهَدْيُ
فَاَحْسَنُ
اْلكَلاَمِ
كَلاَمُ
اللهِ وَ
اَحْسَنُ اْلهَدْيِ
هَدْيُ
مُحَمَّدٍ.
اَلاَ وَ
اِيَّاكُمْ
وَ
مُحْدَثَاتِ
اْلاُمُوْرِ
فَاِنَّ
شَرَّ اْلاُمُوْرِ
مُحْدَثَاتُهَا
وَ كُلَّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ وَ
كُلَّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةٌ. ابن
ماجه 1: 18، رقم: 46
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud bahwasanya Rasulullah SAW
bersabda, “Sesungguhnya ada dua perkara (yang penting), yaitu perkataan dan
petunjuk. Maka sebaik-baik perkataan ialah firman Allah, dan sebaik-baik
petunjuk ialah petunjuk Muhammad. Ketahuilah, jauhkanlah kalian dari perkara
yang diada-adakan, karena sesungguhnya sejelek-jelek perkara itu yang
diada-adakan, dan tiap-tiap yang diada-adakan itu bid’ah, dan tiap-tiap bid’ah
itu sesat”. [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 18,
no. 46]
عَنِ
اْلعِرْبَاضِ
بْنِ
سَارِيَةَ رض
قَالَ: قَالَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص:
اُوْصِيْكُمْ
بِتَقْوَى
اللهِ وَ
السَّمْعِ وَ
الطَّاعَةِ وَ
اِنْ كَانَ
عَبْدًا
حَبَشِيًّا
فَاِنَّهُ
مَنْ يَعِشْ
مِنْكُمْ
بَعْدِى
فَسَيَرَى اِخْتِلاَفًا
كَثِيْرًا،
فَعَلَيْكُمْ
بِسُنَّتِيْ
وَ سُنَّةِ
اْلخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
الْمَهْدِيّيْنَ،
فَتَمَسَّكُوْا
بِهَا وَ عَضُّوْا
عَلَيْهَا
بِالنَّوَاجِذِ،
وَ اِيَّاكُمْ
وَ
مُحْدَثَاتِ
اْلاُمُوْرِ،
فَاِنَّ
كُلَّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ وَ
كُلَّ بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةٌ. احمد 6: 83،
رقم: 17145
Dari ‘Irbadl bin Sariyah RA, ia berkata : Rasulullah SAW
bersabda, “Saya berpesan kepada kamu sekalian, hendaklah kamu sekalian bertaqwa
kepada Allah, mendengar dan thaat, sekalipun (yang menjadi pemimpin) budak
Habsyiy, karena sesungguhnya orang yang hidup diantara kamu sekalian sesudahku
akan melihat perselisihan yang banyak, maka dari itu hendaklah kamu sekalian
(berpegang) pada sunnahku dan sunnah para khalifah yang lurus lagi menetapi
petunjuk yang benar, berpegang teguhlah padanya dan gigitlah dengan gigi
geraham. Dan hati-hatilah kalian dari perkara-perkara yang diada-adakan, karena
sesungguhnya tiap-tiap perkara yang diada-adakan itu bid’ah, dan tiap-tiap
bid’ah itu sesat”. [HR. Ahmad juz 6, hal. 83,
no. 17145]
عَنِ
العِرْبَاضِ
بْنِ
سَارِيَةَ،
قَالَ: وَعَظَنَا
رَسُوْلُ
اللهِ ص
يَوْمًا
بَعْدَ
صَلاَةِ
الغَدَاةِ
مَوْعِظَةً
بَلِيْغَةً
ذَرَفَتْ
مِنْهَا
العُيُوْنُ
وَ وَجِلَتْ
مِنْهَا
القُلُوْبُ، فَقَالَ
رَجُلٌ: اِنَّ
هٰذِهِ
مَوْعِظَةُ
مُوَدّعٍ
فَمَاذَا
تَعْهَدُ اِلَيْنَا
يَا رَسُوْلَ
اللهِ؟ قَالَ:
اُوْصِيْكُمْ
بِتَقْوَى اللهِ
وَالسَّمْعِ
وَالطَّاعَةِ،
وَ اِنْ
عَبْدٌ
حَبَشِيٌّ،
فَاِنَّهُ
مَنْ يَعِشْ
مِنْكُمْ
يَرَى اخْتِلاَفًا
كَثِيْرًا،
وَ اِيَّاكُمْ
وَ مُحْدَثَاتِ
اْلاُمُوْرِ
فَاِنَّهَا
ضَلاَلَةٌ،
فَمَنْ اَدْرَكَ
ذٰلِكَ
مِنْكُمْ
فَعَلَيْهِ
بِسُنَّتِيْ
وَسُنَّةِ
الخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ
الْمَهْدِيّيْنَ
، عَضُّوا
عَلَيْهَا
بِالنَّوَاجِذِ.
هذا حديث حسن
صحيح. الترمذى
4: 149، رقم: 2816
Dari 'Irbadl
bin Sariyah ia berkata, "Pada suatu hari setelah shalat Shubuh, Rasulullah
SAW memberi nasehat kepada kami dengan nasehat yang sangat membekas, sehingga
air mata kami bercucuran, dan hati kami merasa takut. Kemudian ada seorang
laki-laki berkata, "Sesungguhnya ini adalah nasehat perpisahan, lalu apa
yang engkau pesankan kepada kami ya Rasulullah ?". Beliau bersabda, "Aku
berpesan kepada kamu sekalian supaya bertaqwa kepada Allah, mendengar dan
tha'at, sekalipun yang menjadi pemimpin adalah budak Habsyiy. Karena
sesungguhnya orang yang hidup diantara kalian sepeninggalku akan melihat
perselisihan yang banyak. Maka hati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara
yang diada-adakan (bid'ah), karena sesungguhnya bid'ah itu sesat. Maka
barangsiapa diantara kalian mendapati yang demikian itu, wajib atasnya
berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para khalifah yang lurus lagi menetapi
petunjuk yang benar, berpegang teguhlah padanya, dan gigitlah dengan gigi
geraham".
[HR. Tirmidzi juz 4, hal. 149, no. 2816, ia berkata : Ini hadits hasan shahih]
عَنْ عَبْدِ
الرَّحْمٰنِ
بْنِ عَمْرٍو
السُّلَمِىّ
وَ حُجْرِ بْنِ
حُجْرٍ
قَالاَ: اَتَيْنَا
الْعِرْبَاضَ
بْنَ
سَارِيَةَ وَ هُوَ
مِمَّنْ
نَزَلَ فِيْهِ
(وَلاَ عَلَى
الَّذِيْنَ اِذَا
مَآ اَتَوْكَ
لِتَحْمِلَهُمْ
قُلْتَ لاَ اَجِدُ
مَآ اَحْمِلُكُمْ
عَلَيْهِ)
فَسَلَّمْنَا
وَقُلْنَا: اَتَيْنَاكَ
زَائِرِيْنَ
وَ عَائِدِيْنَ
وَ مُقْتَبِسِيْنَ.
فَقَالَ
الْعِرْبَاضُ:
صَلَّى بِنَا
رَسُوْلُ
اللهِ ص ذَاتَ
يَوْمٍ،
ثُمَّ اَقْبَلَ
عَلَيْنَا
فَوَعَظَنَا
مَوْعِظَةً
بَلِيْغَةً
ذَرَفَتْ
مِنْهَا
الْعُيُوْنُ
وَ وَجِلَتْ
مِنْهَا
الْقُلُوْبُ،
فَقَالَ
قَائِلٌ، يَا
رَسُوْلَ
اللهِ، كَاَنَّ
هٰذِهِ
مَوْعِظَةُ
مُوَدّعٍ،
فَمَاذَا
تَعْهَدُ اِلَيْنَا؟
فَقَالَ: اُوْصِيْكُمْ
بِتَقْوَى
اللهِ وَ السَّمْعِ
وَ الطَّاعَةِ
وَ اِنْ
عَبْدًا
حَبَشِيًّا،
فَاِنَّهُ
مَنْ يَعِشْ
مِنْكُمْ
بَعْدِى فَسَيَرَى
اخْتِلاَفًا
كَثِيْرًا،
فَعَلَيْكُمْ
بِسُنَّتِى
وَ سُنَّةِ
الْخُلَفَاءِ
الْمَهْدِيّيْنَ
الرَّاشِدِيْنَ،
تَمَسَّكُوْا
بِهَا وَ عَضُّوْا
عَلَيْهَا
بِالنَّوَاجِذِ.
وَ اِيَّاكُمْ
وَ مُحْدَثَاتِ
اْلاُمُوْرِ،
فَاِنَّ
كُلَّ
مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ،
وَكُلَّ
بِدْعَةٍ
ضَلاَلَةٌ.
ابو داود 4: 200،
رقم: 4607
'Abdur Rahman bin 'Amr As-Sulamiy
dan Hujr bin Hujr berkata, "Kami datang kepada 'Irbadl bin Sariyah, beliau
termasuk orang yang menyebabkan Allah menurunkan ayat "Walaa
'alalladziina idzaa maa atauka litahmilahum qulta laa ajidu maa ahmilukum
ilaihi". (Dan tidak dosa atas orang-orang yang apabila mereka datang
kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, "Aku
tidak menperoleh kendaraan untuk membawamu.. At-Taubah : 92). Setelah kami
mengucapkan salam, lalu kami berkata, "Kami datang kepadamu untuk
berkunjung, menjengukmu dan supaya kami mendapatkan ilmu". Lalu 'Irbadl
berkata, "Dulu pada suatu hari kami shalat bersama Rasulullah SAW,
kemudian beliau menghadap kepada kami, lalu memberi nasehat kepada kami dengan
nasehat yang sangat membekas, sehingga air mata kami bercucuran, dan hati kami
merasa takut. Kemudian ada seseorang yang berkata, "Ya Rasulullah,
sepertinya ini nasehat perpisahan, lalu apa yang engkau pesankan kepada kami
?". Beliau bersabda, "Aku pesankan kepada kamu sekalian supaya
bertaqwa kepada Allah, mendengar dan tha'at, meskipun yang menjadi pemimpin itu
seorang budak Habsyiy. Karena sesungguhnya orang yang hidup diantara kalian
sepeninggalku nanti akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas
kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para Khalifah yang lurus dan
menetapi petunjuk yang benar, berpegang teguhlah padanya dan gigitlah dengan
gigi geraham. Dan hati-hatilah kalian terhadap perkara yang diada-adakan,
karena setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid'ah, dan tiap-tiap bid'ah
itu sesat".
[HR. Abu Dawud juz 4, hal. 200, no. 4607]
عَنْ
عَائِشَةَ
اَنَّ
رَسُوْلَ
اللهِ ص قَالَ:
مَنْ عَمِلَ
عَمَلاً
لَيْسَ
عَلَيْهِ اَمْرُنَا
فَهُوَ رَدٌّ.
مسلم 3: 1344
Dari
‘Aisyah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melakukan suatu
amalan yang bukan perintah kami, maka ia tertolak”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1344]
عَنْ
عَائِشَةَ
قَالَتْ:
قَالَ
رَسُوْلُ اللهِ
ص: مَنْ
اَحْدَثَ فِى
اَمْرِنَا
هذَا مَا لَيْسَ
مِنْهُ
فَهُوَ رَدٌّ.
مسلم 3: 1343
Dari
‘Aisyah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengada-adakan
dalam perintah kami ini, apa-apa yang bukan dari padanya, maka ia tertolak”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1343]
عَنْ
اَنَسٍ رض
قَالَ: قَالَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص: مَنْ
رَغِبَ عَنْ
سُنَّتِى
فَلَيْسَ
مِنّى. مسلم 2: 1020
Dari
Anas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membenci
sunnahku, maka ia bukan dari golonganku”. [HR. Muslim 2 : 1020]
عَنْ
مُعَاذِ بْنِ
جَبَلٍ رض
قَالَ: قَالَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص: مَنْ
مَشَى اِلىَ
صَاحِبِ بِدْعَةٍ
لِيُوَقّرَهُ
فَقَدْ
اَعَانَ عَلَى
هَدْمِ
اْلاِسْلاَمِ.
الطبرانى فى
الكبير20: 96، رقم:
188
Dari Mu’adz bin Jabal RA, ia berkata :
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berjalan kepada seorang
ahli bid’ah untuk menghormatinya, maka
sesungguhnya ia telah bersekongkol untuk merobohkan Islam”.
[HR. Thabarani dalam Mu’jamul Kabir juz 20, hal. 96, no. 188,
dla’if
karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Baqiyah bin Walid]
عَنْ
غُضَيْفِ
بْنِ
اْلحَارِثِ
رض قَالَ: قَالَ
النَّبِيُّ ص:
مَا اَحْدَثَ
قَوْمٌ بِدْعَةً
اِلاَّ
رُفِعَ
مِثْلُهَا
مِنَ السُّنَّةِ
فَتَمَسُّكٌ
بِسُنَّةٍ
خَيْرٌ مِنْ اِحْدَاثِ
بِدْعَةٍ.
احمد6: 40، رقم: 16967
Dari Ghudlaif bin
Al-Harits RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Tidaklah suatu kaum mengada-adakan bid’ah, melainkan diangkatlah semisalnya
daripada sunnah, maka berpegang dengan sunnah itu lebih baik daripada
mengada-adakan bid’ah”.
[HR. Ahmad juz 6, hal. 40, no. 16967, dla’if, karena dalam sanadnya ada perawi
yang bernama Abu Bakar bin ‘Abdullah bin Abi Maryam]
عَنْ
عَبْدِ اللهِ
بْنِ
عَبَّاسٍ
قَالَ: قَالَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص:
اَبَى اللهُ
اَنْ يَقْبَلَ
عَمَلَ
صَاحِبِ
بِدْعَةٍ
حَتَّى
يَدَعَ
بِدْعَتَهُ.
ابن ماجه 1: 19،
رقم: 50
Dari
‘Abdullah bin ‘Abbas, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Allah tidak mau
menerima amal orang ahli bid’ah sehingga ia meninggalkan bid’ahnya”. [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 19, no.
50, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Abu Zaid dan Abu
Mughirah, keduanya majhul]
عَنْ
حُذَيْفَةَ
قَالَ: قَالَ
رَسُوْلُ اللهِ
ص: لاَ
يَقْبَلُ
اللهُ
لِصَاحِبِ
بِدْعَةٍ
صَوْمًا وَ
لاَ صَلاَةً
وَ لاَ
صَدَقَةً وَ لاَ
حَجًّا وَ لاَ
عُمْرَةً وَ
لاَ جِهَادًا وَ
لاَ صَرْفًا
وَ لاَ
عَدْلاً.
يَخْرُجُ
مِنَ اْلاِسْلاَمِ
كَمَا
تَخْرُجُ
الشَّعَرَةُ
مِنَ اْلعَجِيْنِ.
ابن ماجه 1: 19،
رقم: 49
Dari Hudzaifah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,
“Allah tidak mau menerima dari orang ahli bid’ah akan puasanya, shalatnya,
shadaqahnya, hajjinya, ‘umrahnya, jihadnya, taubatnya dan tidak pula
tebusannya, ia telah keluar dari Islam seperti keluarnya sehelai rambut dari
adonan tepung”.
[HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 19, no. 49, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi
yang bernama Muhammad bin Mihshan, ia pendusta]
عَنِ
اْلحَكَمِ
بْنِ
عُمَيْرٍ
الثّمَالِيّ
قَالَ: قَالَ
رَسُوْلُ
اللهِ ص:
الاَمْرُ الْمُفْظِعُ
وَ اْلحِمْلُ
الْمُضْلِعُ
وَ الشَّرُّ
الَّذِى لاَ
يَنْقَطِعُ
اِظْهَارُ
اْلبِدَعِ.
الطبرانى، فى
الكبير 3: 219، رقم:
3194
Dari
Al-Hakam bin ‘Umair Ats-Tsimaliy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,
“Perkara yang sangat jelek, beban yang amat berat, dan perbuatan jahat yang
tidak ada putusnya ialah menampakkan perbuatan- perbuatan bid’ah”. [HR. Thabarani dalam Al-Kabir juz
3, hal. 219, no. 3194, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama
Baqiyah bin Walid, ia didlo'ifkan oleh Imam Al-Haitsamiy]
عَنْ
كَثِيْرِ
بْنِ عَبْدِ
اللهِ عَنْ اَبِيْهِ
عَنْ جَدّهِ، اَنَّ
النَّبِيَّ ص
قَالَ لِبِلاَلِ
بْنِ
الْحَارِثِ: اِعْلَمْ.
قَالَ: مَا اَعْلَمُ
يَا رَسُوْلَ
اللهِ؟
قَالَ: اِنَّهُ
مَنْ اَحْيَا
سُنَّةً مِنْ
سُنَّتِيْ
قَدْ اُمِيْتَتْ
بَعْدِيْ فَاِنَّ
لَهُ مِنَ اْلاَجْرِ
مِثْلَ مَنْ
عَمِلَ بِهَا
مِنْ غَيْرِ اَنْ
يُنْقِصَ
مِنْ اُجُوْرِهِمْ
شَيْئًا، وَ مَنِ
ابْتَدَعَ
بِدْعَةَ
ضَلاَلَةٍ
لاَ يَرْضَاهَا
اللهُ
وَرَسُوْلُهُ
كَانَ
عَلَيْهِ
مِثْلُ اٰثَامِ
مَنْ عَمِلَ
بِهَا لاَ يُنْقِصُ
ذٰلِكَ مِنْ اَوْزَارِ
النَّاسِ
شَيْئًا. هذا
حديث حسن.
الترمذى 4: 150،
رقم: 2818
Dari Katsir bin
'Abdullah, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwasanya Nabi SAW bersabda kepada
Bilal bin Al-Haarits, "Ketahuilah !". Bilal bertanya,"Apa yang
harus saya ketahui ya Rasulullah ?". Beliau bersabda, "Sesungguhnya
barangsiapa yang menghidupkan sunnah dari sunnahku yang dimatikan
sepeninggalku, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang
mengamalkan sunnah itu tanpa mengurangi
pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang membuat bid'ah yang sesat yang
tidak diridlai Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan mendapatkan dosa seperti
dosa-dosanya orang yang melakukan bid'ah itu, yang demikian itu tanpa
mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa orang yang melakukannya". [HR. Tirmidzi juz 4, hal.
150, no. 2818, ia berkata : Ini hadits hasan]
عَنْ
عَبْدِ اللهِ
قَالَ: قَالَ
النَّبِيُّ ص:
اَنَا
فَرَطُكُمْ
عَلَى
اْلحَوْضِ
لَيُرْفَعَنَّ
اِلَيَّ
رِجَالٌ
مِنْكُمْ
حَتىَّ اِذَا
اَهْوَيْتُ
ِلاُنَاوِلَهُمُ
اخْتُلِجُوْا
دُوْنِى
فَاَقُوْلُ
أَيْ رَبّ
اَصْحَابِى
فَيَقُوْلُ:
لاَ تَدْرِى
مَا
اَحْدَثُوْا
بَعْدَكَ.
البخارى 8: 87
Dari
Abdullah (bin Mas’ud), ia berkata : Rasulullah SAW
bersabda, Aku adalah pendahulu kamu di telaga (haudl). Sungguh ada orang-orang
diantara kalian yang diangkat kepadaku, sehingga ketika aku mengulurkan
(tangan) untuk menjangkau mereka, maka mereka ditarik dariku. Lalu aku berseru,
“Wahai Tuhanku, mereka itu ummatku”. Maka Allah berfirman, “Kamu tidak tahu apa yang mereka
lakukan sesudahmu”. [HR. Bukhari juz 8, hal. 87] Bagikan
Ta'at Kepada Allah dan Rasul-Nya (12)
4/
5
Oleh
Fatima
