بِسْــــــــــــــــمِﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Rasulullah SAW bersabda,
عَنْ اَنِسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَلدُّعَاءُ بَيْنَ اْلاَذَنِ وَ اْلاِقَامَةِ لاَ تُرَدُّ. النسائى و صححه ابن حبان
Dari Anas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Doa diantara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. [HR. Nasai, dishahihkan oleh Ibnu Hibban]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص ذَكَرَ يَوْمَ اْلجُمُعَةِ فَقَالَ: فِيْهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَ هُوَ قَائِمٌ يُصَلّى يَسْأَلُ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ شَيْئًا اِلاَّ اَعْطَاهُ اِيَّاهُ. وَ اَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلّلُهَا. متفق عليه و فى رواية لمسلم: وَ هُوَ سَاعَةٌ خَفِيْفَةٌ
Dari Abu Huriarah RA, bahwasanya Rasulullah SAW pernah menyebut hari Jum’at, lalu bersabda, “Pada hari Jum’at itu ada suatu saat, apabila kebetulan seorang muslim shalat dan memohon sesuatu kepada Allah ‘Azza wa Jalla pada saat itu, niscaya Allah akan mengabulkannya”, dan beliau berisyarat dengan tangannya bahwa saat itu sangat sedikit (sangat pendek). [HR. Bukhari dan Muslim] Dan pada riwayat muslim ada tambahan, “Ia itu adalah saat yang singkat”.
عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ وَ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالاَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ يُمْهِلُ حَتَّى اِذَا ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلاَوَّلُ نَزَلَ اِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ: هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ؟ هَلْ مِنْ تَائِبٍ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ؟ هَلْ مِنْ دَاعٍ؟ حَتَّى يَنْفَجِرَ اْلفَجْرُ. مسلم:523
Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah keduanya berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah menangguhkan sehingga apabila telah lewat sepertiga malam yang awal Allah turun ke langit dunia. Allah berfirman, “Adakah orang yang mohon ampun, adakah orang yang bertaubat, adakah orang yang meminta, adakah orang yg berdoa”. Demikian itu sehingga terbit fajar”. [HR. Muslim 1 : 523]
Berdoa dengan Hati Mantap
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَلْقُلُوْبُ اَوْعِيَةٌ، وَ بَعْضُهَا اَوْعَى مِنْ بَعْضٍ، فَاِذَا سَأَلْتُمُ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ يَااَيُّهَا النَّاسُ، فَاسْأَلُوْهُ وَ اَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِاْلاِجَابَةِ، فَاِنَّ اللهَ لاَ يَسْتَجِيْبُ لِعَبْدٍ دَعَاهُ عَنْ ظَهْرِ قَلْبٍ غَافِلٍ. احمد باسناد حسن
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Hati itu adalah wadah, dan sebagiannya lebih bisa meyaqini daripada sebagian yang lain, maka apabila kalian memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla hai para manusia, mintalah kepada-Nya, sedangkan kalian yaqin akan dikabulkan, karena Allah tidak akan mengabulkan doanya hamba yang berdoa kepada-Nya dengan hati yang lalai lagi kosong”. [HR. Ahmad dengan sanad hasan]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اُدْعُوا اللهَ وَ اَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِاْلاِجَابَةِ، وَ اعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ لاَ يَسْتَجِيْبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ. الترمذى و الحاكم
Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Berdoalah kalian kepada Allah sedang kalian yaqin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwasanya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai lagi kosong”. [HR. Tirmidzi dan Hakim]